Dirjen Nunuk akan Mengunjungi Daerah Ini, P1 Tanpa Formasi PPPK 2023 Siaga

Selasa, 16 Januari 2024 – 22:34 WIB
Dirjen GTK Kemendikbudristek Nunuk Suryani bersama guru P1. Foto dok. GLPGPPPK for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Dirjen Guru Tenaga kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani dikabarkan akan mengunjungi daerah yang usulan formasi P1 di PPPK 2023 minim.

Dia ingin mendorong pemda memaksimalkan usulan kebutuhan formasi PPPK 2024 agar guru P1 yang tidak mendapatkan penempatan bisa terakomodasi.

BACA JUGA: Guru Lulus PPPK 2023 Sambangi Kemendikbudristek & KemenPAN-RB, Ada Kabar Baik untuk Sisa P1

"Alhamdulillah Dirjen Nunuk akan berkunjung ke Lampung Selatan untuk  berkoordinasi dengan Pemkab Lamsel terkait penuntasan guru P1 yang masih menyisakan 604 orang," ungkap Ketua Guru Lulus Passing Grade Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (GLPGPPPK) Lampung Selatan Fulkan kepada JPNN.com, Selasa (16/1).

Dia berharap agar Dirjen Nunuk bisa membantu para guru P1 di Lamsel untuk diangkat ASN PPPK.

BACA JUGA: Seleksi PPPK Guru 2024, Kemendikbudristek Buka 419.146 Formasi

Sejak rekrutmen PPPK 2021 hingga 2023, Pemkab Lamsel paling sedikit mengusulkan kebutuhan formasi.

"Dari 12 ribuan P1 yang tertinggal tahun ini, 604 P1 Lamsel. Sangat menyedihkan sekali," ujarnya.

BACA JUGA: Sambangi Kemendikbudristek, Aliansi Honorer Usulkan 4 Hal Termasuk Formasi PPPK 2024 untuk P/TL & Tendik

Lebih lanjut dikatakan guru lulus passing grade (PG) tanpa formasi PPPK 2021 atau prioritas satu (P1) telah bertemu pejabat Kemendikbudristek dan KemenPAN-RB.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (15/1), itu guru P1 tanpa formasi PPPK 2023 bertemu Dirjen Guru Tenaga kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani dan Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB Aba Subagja banyak hal yang dibahas.

Salah satunya ialah mengenai kejelasan regulasi pemerintah terkait rekrutmen ASN PPPK 2024 dan penuntasan guru P1 yang tersisa.

"Alhamdulillah pada pertemuan kemarin (15/1), Lampung Selatan mengutus dua P1, yaitu S.Masitoh dan Nur Aisyah," kata Fulkan.

Fulkan mengungkapkan ada empat hal penting yang disampaikan Dirjen Nunuk maupun Plt. Deputi Aba, yaitu:

1. Pemerintah pusat menekankan agar daerah mengusulkan formasi CPNS dan PPPK sesuai dengan kebutuhan daerah.

Sesuai amanat  Presiden RI Joko Widodo untuk menghapuskan status honorer di Indonesia di tahun 2024.

2. Tahun 2024 untuk penyelesaian sisa guru P1 terbagi 3 tahap.

Itu disesuaikan dengan kebutuhan ASN di daerah masing-masing. Jika dalam satu tahap selesai, maka tidak harus dilaksanakan 3 tahap.

Jika dalam 1 tahun ini, daerah masih belum menuntaskan atau mengakomodasi guru P1, dikhawatirkan akan ada regulasi guru paruh Waktu

3. Dalam waktu dekat ini KemenPAN-RB akan mengundang perwakilan setiap daerah dalam rakornas tentang pengajuan pengusulan formasi sesuai yang diharapkan oleh Presiden Jokowi.

4. Dirjen GTK Nunuk Suryani akan berkunjung ke Lampung Selatan untuk  berkoordinasi dengan Pemda Lamsel terkait penuntasan guru P1 yang masih menyisakan 604 orang.

"Semoga tahun ini semua P1 yang belum mendapatkan formasi di PPPK 2023 akan dituntaskan tahun ini," pungkas Fulkan. (esy/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler