Dirjen Pajak Sumut Sandera Peternak Ayam di Binjai

Jumat, 20 Januari 2017 – 20:01 WIB
Kepala Kanwil DJP Sumut I, Mukhtar menjelaskan kasus penyanderaan wajib pajak yang menunggak miliaran rupiah, Jumat (20/1). Foto : fir/pojoksatu

jpnn.com - jpnn.com - Seorang wajib pajak terpaksa disandera (gijzeling) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut I karena menunggak pajak hingga Rp3,615 miliar.

Pengusaha peternakan ayam asal Binjai berinisial JH diamankan dari rumahnya Kamis (19/1) sore kemarin.

BACA JUGA: Gempa 5,6 SR Goyang Deliserdang, Warga Berhamburan

Kepala Kanwil DJP Sumut I, Mukhtar menyebutkan JH terutang pajak penghasilan (PPH) sejak tahun 2008.

“Penyanderaan terhadap JH tersebut merupakan langkah akhir. Sebab, wajib pajak tersebut tak bersedia membayar kewajibannya,” sebut Mukhtar didampingi Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai, M Ivon Indardi di Kanwil DJP Sumut I, Jumat (20/1) sore.

BACA JUGA: Prediksi BMKG, Kemarau Hingga Februari

Diutarakan Mukhtar, JH merupakan bagian dari 11 wajib pajak yang sebelumnya akan ditahan. Jadi, saat ini tinggal 10 wajib pajak lagi. Namun, dari 10 tersebut 7 orang sudah membayar dan tinggal 3 wajib pajak lagi.

“JH terpaksa ditahan selama 6 bulan, dan sekarang telah dititipkan di Rumah Tahanan Klas I Tanjung Gusta Medan. Masa penahanannya dapat diperpanjang lagi 6 bulan bila tak juga melunasi kewajibannya. Hal ini sesuai sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 19 tahun 2000,” jelas Mukhtar.

BACA JUGA: Hap! Tim Saber Pungli OTT Pegawai Disdik Medan

Menurut dia, JH tak mau membayar lantaran tak memiliki uang. Namun, usaha peternakan ayamnya tetap berjalan.

Meski begitu, pengemplang pajak tersebut masih memiliki kesempatan terbebas dari jeratan hukum asalkan mengikuti program tax amnesty.

“JH harus membayar sekitar Rp3,615 miliar. Selain itu, sanksi atau denda akibat tunggakan pajaknya berupa uang tebusan,” tutur Mukhtar seperti diberitakan Pojoksatu (Jawa Pos Group) hari ini.

Sementara, Kepala KPP Pratama Binjai, M Ivon Indardi mengatakan, sebelum menahan JH pihaknya sudah melakukan berbagai upaya persuasif.

Seperti, sosialisasi, teguran, pemanggilan paksa, penyitaan dan pencekalan. Akan tetapi, JH tidak beritikad baik. (fir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keppres sudah Diteken Presiden, Wagubsu Segera Dilantik


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler