Dirusak Turis, Pulau Cantik itu Ditutup

Rabu, 18 Mei 2016 – 23:20 WIB
Pulau cantik. Foto: www.traveller.com.au

BANGKOK - Pemerintah Thailand berencana menutup Pulau Koh Tai Chi dan belum memastikan kapan akan membukanya lagi. Penutupan pulau cantik itu dilakukan karena turis yang berkunjung ke pulau tersebut terlalu banyak dan menimbulkan efek negatif di pantai maupun terumbu karang. 

''Kami harus menutupnya agar rehabilitasi lingkungan, baik di pulau maupun di laut, bisa dilakukan tanpa diganggu aktivitas turis sebelum kerusakan itu tidak bisa diperbaiki lagi,'' ujar Direktur Jenderal Departemen Taman Nasional, Alam Liar, dan Konservasi Tanaman Tunya Netithammakul. 

Pulau Koh Tai Chi adalah bagian dari Taman Nasional Similan. Biasanya, seluruh taman nasional laut di Thailand tutup dari pertengahan Mei hingga pertengahan Oktober.

Namun, Pulau Koh Taichi tidak akan dibuka lagi. Koh Tai Chi pun sangat terkenal di kalangan turis dan para penyelam atas keindahannya. Airnya yang jernih memungkinkan pengunjung untuk melihat hiu macan tutul dan ikan pari manta. Bagi para diver, mereka masih memiliki akses ke beberapa lokasi penyelaman di sekitar pulau tersebut. Namun, tidak seluruhnya bisa dikunjungi seperti dulu. 

Wakil Dekan Fakultas Perikanan Universitas Kasetsart Thon Thamrongnawasawat menyebutkan bahwa pantai di Koh Tachai sejatinya hanya bisa untuk 70 orang. Tetapi, kadang jumlah turis melonjak hingga mencapai lebih dari seribu orang.

BACA JUGA: Mantaaap, Inilah Kereta Tercepat di Dunia

 Belum lagi gerobak-gerobak para penjual makanan dan perahu-perahu tur. Para turis pun kerap komplain di website-website perjalanan wisata atas kondisi yang terlalu penuh pengunjung. ''Jika tidak ditutup sekarang, kita akan kehilangan Koh Tachai selamanya,'' ucapnya. (BBC/The Guardian/USA Today/sha/c20/any/flo/jpnn)

 

BACA JUGA: Wow! Rusia Sebut Bakal Pasok Senjata ke Indonesia

BACA JUGA: Gak Ada Alasan, Cowok-cowok Ganteng Korsel harus Ikut Wamil

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pria Kreatif Lamar Wanita Idaman dengan 840 Rubik, Sayang....


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler