Dirut BTN Sebut Ekspansi Sektor Perumahan Berdampak Pada Lima Sektor

Senin, 08 Maret 2021 – 12:27 WIB
Ekspansi bidang perumahan dongkrak pertumbuhan lima sektor. Ilustrasi: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu menyebutkan ekspansi di sektor perumahan dapat mendorong pertumbuhan sektor lainnya,

Nixon menyebut ekspansi tersebut bisa membantu mempercepat upaya pemulihan ekonomi domestik.

BACA JUGA: BTN Siap Ekspansi Bisnis ke Sumut

"Perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja karena untuk setiap rumah yang dibangun setidaknya membutuhkan sekitar lima pekerja," papar dia di Jakarta, Senin (8/3).

Selain itu, lanjut Nixon, produksi dan perdagangan nasional pun dapat terdongkrak karena 90 persen bahan bangunan untuk mendirikan rumah merupakan produk lokal.

BACA JUGA: BTN Dapat Jatah Salurkan FLPP Senilai Rp8,73 Triliun


Belum lagi, kata Nixon, dari setiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Contoh nyata saja, setiap ada perumahan baru, pasti ada aktivitas ekonomi baru seperti warung, ojek, atau rumah makan. Dari kajian internal kami, sektor perumahan ini bisa berdampak pada 174 sektor lainnya yang bernilai hingga Rp 48,8 triliun," papar Nixon.

Nixon menuturkan, ada lima sektor yang merasakan dampak dari ekspansi sektor perumahan, di antaranya sektor perdagangan, jasa real estat, perdagangan mobil dan motor, jasa pendidikan pemerintah, dan jasa keuangan perbankan.

"Dengan dampak berlipat ganda tersebut, peningkatan pada sektor lain juga dapat membantu mendongkrak PDB nasional," kata dia.

Dia menyebutkan, hingga 31 Desember 2020 Bank BTN tercatat menyalurkan 90,26 persen kreditnya ke sektor perumahan atau setara Rp 234,78 triliun.

Posisi tersebut naik dari porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan per 31 Desember 2019 sebesar 89,72 persen atau senilai Rp 229,52 triliun. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler