Disaksikan Megawati, Puan Mengakhiri Pidato Perdana Sebagai Ketua DPR dengan Teriakan Merdeka!

Selasa, 01 Oktober 2019 – 21:55 WIB
Puan Maharani menyampaikan pidato perdana sebagai Ketua DPR RI usai mengucapkan sumpah dan janji bersama para wakil ketua DPR, Selasa (1/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pelantikan Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024, tampak berkesan di sidang paripurna Dewan yang berlangsung pada Selasa malam (1/10). Sebab, momentum itu dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan, sekaligus ibu kandungnya.

Setelah dilantik dan mengucap sumpah jabatan dipandu Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Puan bersama empat Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Rahmat Gobel (Nasdem), dan Abdul Muhaimin Iskandar (PKB), langsung menduduki kursi pimpinan.

BACA JUGA: Puan Maharani Resmi jadi Ketua DPR, Aziz, Sufmi, Gobel dan Cak Imin jadi Wakil

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu kemudian membuka sidang dilanjutkan penyampaian pidato perdananya sebagai ketua DPR perempuan pertama. 

"Yang saya hormati dan cintai, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia," ucap Puan di awal pidatonya.

BACA JUGA: Tak Lagi jadi Wakil Ketua DPR, Fadli Zon Bakal Tetap Vokal?

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR periode 2009-2014 ini juga menyapa Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang sebelumnya bersama-sama dengannya di Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Puan dalam pidatonya, bersyukur karena prosesi pengucapan sumpah dan janji Anggota DPR RI malam itu terlaksana secara tertib dan lancar. Di mana, dirinya bersama Aziz, Dasco, Gobel dan Cak Imin terpilih sebagai pimpinan.

"Dalam kesempatan ini, izinkanlah saya atas nama Pimpinan Dewan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk memimpin DPR RI Periode 2019-2024," tutur Puan yang tampil mengenakan kebaya merah.

Kepemimpinan DPR yang bersifat kolektif kolegial menurutnya harus diwujudkan dengan membangun semangat kebersamaan, semangat kerja bersama, jiwa bergotong-royong, karena itu akan mengoptimalkan tugas dan fungsi wakil rakyat.

"Hanya dengan semangat gotong royong dan niat pengabdian yang tulus dari semua Anggota DPR, maka kita akan dapat menjalankan amanah sebagai wakil rakyat," tegas pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kushala itu.

Melalui fungsi legislasi, fungsi anggaran, fungsi pengawasan, serta memperjuangkan aspirasi rakyat, katanya, DPR diharapkan dapat ikut mewujudkan tujuan bernegara, yakni melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Walaupun fungsi-fungsi di DPR akan berjalan secara dinamis, Puan mengingatkan hal itu tidak boleh menimbulkan perpecahan dan kontraproduktif. Sebab, dinamika itu menurutnya harus tetap berjalan pada landasan utamanya yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Kekritisan kita, khususnya dalam mengimplementasikan prinsip demokrasi dan menjalankan mekanisme checks and balances haruslah selalu konstruktif, dan membangun peradaban demokrasi di Indonesia," lanjut politikus 46 tahun itu.

Alumnus Universitas Indonesia (UI) itu lantas mengajak seluruh anggota DPR menjaga kepercayaan yang telah diberikan rakyat melalui kerja keras, kerja cerdas, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan fungsi dan peran DPR yang dapat memenuhi aspirasi dan harapan rakyat. 

Puan lantas mengakhiri pidatonya dengan menerikkan kata Merdeka...Merdeka..Merdeka! Teriakannya itu disambut kata yang sama oleh para wakil rakyat maupun pengunjung sidang yang duduk di balkon bagian atas.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler