Disarankan Gandeng Jenderal Gatot Agar Tak Karam, PPP Berminat?

Rabu, 26 Agustus 2020 – 13:45 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Foto: YouTube/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyatakan opini yang menyebut partainya akan karam hingga tak lolos ke parlemen bukan hal baru.

Hal itu disampaikan Baidowi menjawab pernyataan peneliti senior LIngkar Survei Indonesia Network Denny JA, Toto Izul Fatah.

BACA JUGA: PPP Gandeng PKS untuk Mengawal Isu-isu Keumatan

Menurut Toto, partai berlambang ka'bah itu akan karam bila tidak segera mencari figur pendongkrak suara.

Dua tokoh yang disarankan ialah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Salahuddin Uno.

BACA JUGA: Dipanggil Istri Tetangga untuk Mampir, Asmad tak Menyangka dan Terjadilah..

"Itu hak Toto berpendapat dan beropini. Bahwa pendapat dan opini itu bukan hasil survei yang mendasarkan pada data lapangan," ucap Baidowi merespons pernyataan Toto, Rabu (26/8).

Wakil ketua Baleg DPR RI itu menyebutkan hasil survei saja yang berbasis data lapangan menyebutkan PPP selalu dianggap akan tenggelam, tidak lolos parliamentary threshold sehingga hilang dari Senayan.

BACA JUGA: Gatot Nurmantyo jadi Deklarator KAMI, Arief: Jenderal, Kembalilah!

"Itu bukan isu atau ramalan baru. Dari sejak lembaga survei berdiri, selalu memprediksi PPP tenggelam dan sejak Pemilu 2009 diprediksi begitu. Buat kami diinternal PPP ya itu masukan yang tetap kami perhatikan namun sekali lagi bukan hal baru," tegasnya.

Namun apakah PPP berminat menggandeng dua tokoh yang disodorkan Toto, Jenderal Gatot dan Sandiaga Uno? Awiek -sapaan Baidowi menjawab diplomatis.

Menurutnya, soal masuknya tokoh baru ke PPP terbuka untuk siapa pun. Dan sebagai partai, PPP juga punya orientasinya menarik siapa pun yang memungkinkan untuk masuk.

"Selain itu ada mekanisme internal yang diikuti dalam penentuan pimpinan PPP," tandas Awiek.(fat/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler