Ditanya soal Kesimpulan Polisi, Teddy Pardiyana Menjawab Singkat

Sabtu, 01 Februari 2020 – 07:32 WIB
Teddy Pardiyana, suami Lina Jubaidah. Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

jpnn.com, BANDUNG - Teddy Pardiyana tidak banyak berkomentar terkait kesimpulan polisi yang menyatakan Lina Jubaidah meninggal karena sakit.

Teddy sendiri mengetahui hal tersebut setelah polisi menggelar konferensi pers terkait kematian Lina yang dinyatakan wajar.

BACA JUGA: Kasus Penyebab Kematian Mendiang Lina Jubaidah Resmi Ditutup

Dengan demikian, ia merasa tidak ada masalah dengan hasil kesimpulan polisi terkait penyebab kematian istrinya itu.

"Alami sakit, dinyatakan nggak ada masalah, takdir Allah," kata Teddy saat dihubungi di Bandung, Jumat (31/1).

BACA JUGA: Hotman Paris Sebut Teddy Berhak atas Warisan Mendiang Lina

Namun Teddy tidak berkomentar banyak terkait hasil penyelidikan polisi atas kematian istrinya.

Begitu pun tentang kematian Lina yang disimpulkan karena faktor penyakit.

BACA JUGA: Berbuat Terlarang dengan Perempuan Bersuami, Bayar Rp 73 Juta dan 3 Ekor Babi

Sebelumnya Teddy juga diketahui sempat mendatangi gedung Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung sekitar pukul 11.00 WIB.

Pada saat itu, Teddy nampak menggendong anaknya buah dari pernikahan dengan Lina.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga telah mengumumkan bahwa hasil autopsi maupun penyelidikan, tidak menunjukkan adanya kejanggalan dalam kematian Lina Jubaidah.

"Terhadap laporan Rizky Febian dalam dugaan tindak pidana pembunuhan atau pembunuhan berencana pada Pasal 338 Jo 240 KUHP tidak terbukti karena peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana," kata Saptono di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat.

Saptono Erlangga menyatakan bahwa tidak ada bukti tanda-tanda kekerasan dalam proses kematian Lina Jubaidah.

Setelah proses penyelidikan dilalui, kata dia, polisi berkesimpulan bahwa kematian Lina disebabkan oleh adanya sejumlah penyakit.

"Sebagai kesimpulan, telah dilakukan autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik, dapat dijelaskan bahwa kematian Lina bukan karena adanya kekerasan maupun racun di dalam tubuh Lina, akan tetapi akibat penyakit," kata Erlangga. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler