Diyakini Mampu Habisi Koruptor, Jokowi Diminta Tak Tergoda 'Tertibkan' Rizal Ramli

Rabu, 09 September 2015 – 18:02 WIB
Rizal Ramli. Foto: Dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Kritikan Menko Maritim Rizal Ramli terhadap rencana pembangunan pembangkit listrik 35 ribu Mega Watt dan pola sistem token selama ini, dinilai sebuah terobosan yang diyakini mampu mengembalikan kepercayaan rakyat. 

Karena ‎proyek pembangkit listrik 35 ribu MW berpotensi kuat menjadi bancakan oknum pengusaha dan pejabat. Sementara sistem token diduga sebagai cara mengeruk uang rakyat kecil untuk pihak tertentu.‎ Karena harga listrik yang dibeli menyerupai pembelian pulsa ini, tidak sesuai antara uang yang dikeluarkan dengan listrik yang dibeli.

BACA JUGA: Waah.. Menteri Basuki Bilang Dosa kalau tak Manfaatin Aspal Buton

"Teriakan Rizal Ramli dimaknai publik sebagai tindakan rajawali mencakar, membongkar permainan cantik (koruptor) yang dibungkus dengan cerdas," ujar Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Polri Perangi Korupsi (MP3K)‎ Sofyno Zakaria, Rabu (9/9).

Karena harapan yang begitu besar, Rizal menurut Sofyano, tidak cukup hanya menyuarakan kedua hal tersebut saja. Namun harus dapat berperan lebih besar memerangi korupsi setelah Komjen Pol Budi Waseso dimutasi dari jabatan Kabareskrim Mabes Polri.

BACA JUGA: Buwas: Bandar Narkoba Harus Dihukum Mati

"Rizal ‎juga diharapkan membuktikan dirinya mampu mengepret dan 'memakan tikus tikus' yang ada di Pelindo II, TPPI dan lain lain. Ketika ini dilakukannya bersama institusi Bareskrim, maka citra Jokowi-JK sebagai pemerintahan yang anti korupsi akan terbukti," ujarnya.

Sementara itu terhadap Presiden Joko Widodo, Sofyano berharap tidak mudah termakan bujukan maupun hasutan, agar Rizal 'ditertibkan' dalam upayanya memberantas korupsi. Karena jika itu sampai terjadi, pola-pola pemberantasan korupsi tak mungkin dapat terwujud sebagaimana janji kampanye. Ia menekankan Presiden Jokowi harus berada di baris terdepan dalam pemberantasan korupsi.

BACA JUGA: KPU dan Bawaslu Jangan Langgar Aturan

"Jokowi tidak boleh termakan bujukan 'ular' agar Rizal ditertibkan dan juga tidak "kekeuh" memerintahkan agar Bareskrim Polri tidak boleh membuat gaduh. Rizal harus mampu membuktikan dirinya 'rajawali' perkasa yang tidak hanya Mengepret, tapi juga menerkam dan menghabisi 'tikus tikus garong' yang berkeliaran di Pelindo II dan di manapun juga," ujar Sofyano.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Jumlah PNS yang Sudah Berhasil Daftar e-PUPNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler