DKM Masjid Al Aqsha Bangun Hunian Sementara Bagi Korban Banjir Kalsel

Rabu, 17 Februari 2021 – 21:59 WIB
Kondisi banjir di Kalimantan Selatan. Foto: Antara/ist

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Aqsha Delatinos BSD Tangerang Selatan, turun tangan membantu korban banjir di Kalimantan Selatan.

Secara gotong royong jemaah menyisihkan rezekinya untuk membangun hunian sementara (huntara) yang dibutuhkan para korban bajir di Kalsel.

BACA JUGA: Sedang Berteduh di Warung, Tiba-Tiba Talud Runtuh, Brak, Sutrismo dan Darmo Tewas

“Karena tempat tinggal yang ditempati mereka tidak layak, hanya beratap terpal. Bantuan ini kami harapkan membantu mereka sambil menunggu dari pemerintah,“ kata Amirudin Khaer selaku ketua Aqsha Tanggap Bencana (ATB) Masjid Al Aqsha Delatinos dalam keterangannya, Rabu (17/2). 

Dalam pembangunannya DKM menggandeng kelompok pemuda lokal (Barabaimuda) Desa Alat Sebrang, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel.

BACA JUGA: Tabung Gas Meledak di Jaktim, Korban Dilarikan Rumah Sakit

DKM masjid menyediakan dana dan Barabaimuda yang melakukan eksekusi pembangunannya.  

“Jadi kami yang mengumpulkan dana dari donasi para jemaah, lalu dibelanjakan logistik dan dikirimkan ke lokasi yang untuk dibangun huntara," terangnya. 

BACA JUGA: Ratusan Warga Jadi Korban Banjir, Anak Buah Anies Baswedan: Sedikit, Cuma 2 RW

Pola kerja sama menurutnya efektif karena masyarakat merasa dilibatkan dan tidak membuat mereka sekadar sebagai penerima saja.

Dengan begitu ada rasa memiliki dan memelihara huntara ini.

Birrul Qodriyah selaku pembina Baraibamuda menambahkan, pembangunan huntara akan terus berjalan, selama donasi masih mengalir.

Lansia, keluarga dengan balita atau ibu hamil dan keluarga yang anggotanya sakit berat menjadi prioritas utama.

“Paling tidak bantuan itu akan meringankan masyarakat yang sudah kehilangan harta bendanya dan selama ini bertahan di tenda beratap terpal," ujarnya. 

Koordinator lapangan untuk pembangunan huntara, Iqbal, menyebutkan setiap bangunan yang dibuat menelan dana sekitar Rp 15 juta dengan ukuran 8x4 meter.

Rinciannya, 4x6 meter untuk bangunan utama, dan 2x4 meter untuk teras depan, dan diselesaikan dalam waktu 10 hari.

Sejauh ini sudah terbangun sembilan huntara, dan akan bertambah lagi.

"Kami ingin banyak masyarakat terbantu dengan pola seperti ini. Karena cepat dan langsung menuju sasaran,” tandasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ninoy Karundeng Tulis Surat, Mengaku Ditolong DKM Masjid Al-Falaah


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler