DKP Padang Kekurangan Penyuluh Nelayan

Minggu, 26 Mei 2013 – 13:58 WIB
PADANG - Pembinaan pada nelayan diakui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Padang belum maksimal. Salah satu kendala adalah sangat kurangnya tenaga penyuluh lapangan. Saat ini hanya ada 16 penyuluh dan tidak semuanya dapat bekerja maksimal. Idelanya penyuluh nelayan di Kota Padang ini  sekitar 33 orang.

Diakui Kepala DKP Padang, Zalbadri hal ini telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Ini disebabkan tidak adanya pengankatan PNS atau tenaga penyuluh. Sehingga, setiap tahun terjadi pengurangan karena pensiun dan sebagainya. “Sedikit banyak tentu ada dampaknya, yang jelas penyuluh ini tidak bisa intensif dan rutin memberikan pemahaman pada nelayan ini,” jelasnya.

Zalbadri menambahkan dengan jumlah nelayan mencapai 6.700 orang, idealnya harus ada 33 penyuluh. Dengan jumlah ini, program dan pengawasan pada nelayan dapat dilakukan dengan baik. “Untuk pengangkatan memang tidak ada. Kita tidak bisa mengaji penyuluh non PNS karena anggran untuk itu tidak ada,” ulasnya.

Meskipun begitu, Zalbadri mengaku untuk terus melakukan pengupayaan penyuluhan pada seluruh nelayan. Dia mengintruksikan agar penyulu bidang lainnya untuk bisa ikut membantu. Meskipun tidak membantu secara teksnis, bantuan tersebut akan sangat membantu. Artinya, program tersebut dikerjakan secara bersama-sama.

“Kita harapkan, tahun depan ada penambahan penyuluh, agar pembinaan pada nelayan ini bisa dilakukan secara maksimal,” tambahnya.

Ketua Komisi II, DPRD Kota Padang Arnedi Yamen menyampaikan kendala itu bukanlah menjadi persoalan. Pasalnya, program yang disusun oleh DKP Padang untuk tahun 2013 ini telah ada. Jadi, DKP Padang sebelumnya telah mempertimbagkan peroslan ini. “Jangan sampai terganggu program kerja karena ini menyangkut persoalan masyarakat,” imbuhnya.

Kader PKS ini mengaharapkan dinas membuat sebuah langkah kongkrit untuk  meningkatkan kelompok masyarakat, daya tangkap hasil perikanan, ekonomi, sosial budaya mereka. Sehingga hasil dan perkembangannya  bisa diukur dan jelas terbaca peningkatannya. Apalagi melihat dari bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat sebesar Rp 100 juta pertahunnya. Nah, dari kelompok yang telah dibantu itu diharapkan bisa berkembang menjadi koperasi. (ek)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pencari Burung Hilang di Hutan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler