Dokter KPK Harus Periksa Kebenaran Setya Novanto Sakit

Senin, 11 September 2017 – 14:03 WIB
Setya Novanto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Boyamin Saiman mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh percaya dan menerima begitu saja alasan Setya Novanto sakit, sehingga tidak memenuhi panggilan sebagai tersangka korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Boyamin menyatakan, KPK harus membawa dokter sendiri untuk memastikan kondisi kesehatan Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar itu.

BACA JUGA: Opname karena Jantungan, Setnov Tak Penuhi Panggilan KPK

"KPK harus bawa dokter sendiri KPK. Mantan Presiden Soeharto saja dengan dokter independen, apalagi cuma Setnov," kata Boyamin, Senin (11/9).

Lebih lanjut Boyamin menyatakan, KPK harus memanggil Novanto setelah mangkir pada panggilan pertama. Menurut Boyamin, setelah panggilan kedua nanti tidak diindahkan maka KPK bisa menjemput paksa Novanto.

BACA JUGA: Rizal Ramli Sarankan Bamsoet Ambil Alih Posisi Ketum Golkar

"Maka setelah panggilan kedua harus dengan upaya paksa membawa atau menangkap. Ini demi keadilan," kata Boyamin.

Dia mencontohkan dirinya pernah mengalami upaya paksa dari Polres Jakarta Selatan. "Meskipun status masih saksi setelah setelah panggilan pertama tidak hadir di Polres Jakarta Selatan," kata Boyamin.

BACA JUGA: KPK Garap Setnov, Langsung Dikurung?

Novanto diumumkan sebagai tersangka Juli 2017 lalu. Namun, baru kali ini dipanggil KPK. Hanya saja panggilan ini tidak bisa dipenuhi Novanto. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, mengatakan Novanto sakit dan dirawat di RS Siloam, Semanggi. Dia pun mempersilakan surat kesehatan Novanto dicek. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bang Akbar Makin Was-was soal Elektabilitas Golkar


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler