DPR Apresiasi Permintaan Maaf Belanda

Senin, 02 September 2013 – 20:36 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengapresiasi rencana pemerintah Belanda meminta maaf  atas aksi pembantaian Rawagede di Jawa Barat dan Westerling di  Sulawesi Selatan. Menurutnya, permintaan maaf ini menunjukan sikap yang baik dalam rangka menjalin hubungan yang lebih erat.

Hasanuddin mengatakan, sikap Belanda itu dapat dijadikan sebagai pembelajaran di Indonesia untuk menyelesaikan masalah pelanggaran HAM pada masa lalu. "Kasus Rawagede terjadi akibat Belanda membunuh masyarakat yang bukan tentara Indonesia," katanya di DPR, Jakarta, Senin (2/9).

BACA JUGA: Oegroseno Ingin Bareskrim Lebih Lihai Berantas Korupsi

Dia tidak mempermasalahkan pihak Belanda yang baru meminta maaf sekarang. "Saya kira tidak ada kata terlambat," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sikap senada juga disampaikan anggota Komisi I DPR Hayono Isman. "Saya beri apresiasi. Ini penting bagi Indonesia," kata Hayono.

BACA JUGA: Fathanah Mengaku Tak Kenal Sengman Utusan SBY

Menurut dia, masalah kekerasan pasti akan menyakitkan hati rakyat dan menyinggung kehormatan. Karena itu, para pelaku kekerasan harus meminta maaf.

"Keharusan minta maaf kepada siapapun bagi presiden dan negara yang melakukan kekerasan. Indonesia juga sama kalau melakukan kekerasan di Timor Timur juga harus minta maaf. Jiwa besar meminta maaf," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini.

BACA JUGA: Dada Bungkam Soal Dugaan Keterlibatan Hakim Lain

Seperti diketahui, Belanda yang akan meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan negara itu saat menyerang Indonesia pada 1945-1949. Belanda juga akan memberikan kompensasi sebesar 20 ribu euro atau setara Rp 280 juta kepada 10 janda korban pembantaian.

Selama kurun waktu 1945-1949 setidaknya terjadi dua kasus pembunuhan massal. Kedua kasus itu adalah kasus pembantaian di Rawagede, Jawa Barat, dan pembantaian oleh kelompok Westerling di Sulawesi Selatan. Dalam kedua kasus itu, ribuan warga Indonesia tewas di ujung bedil tentara Belanda. (gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perubahan Nama Jalan Medan Merdeka Dinilai Tergesa-gesa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler