DPR Desak Pemerintah Copot Direksi BUMN yang Merugi

Senin, 22 Juni 2015 – 19:46 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo mengatakan, Kementerian BUMN harus mencari solusi atas banyaknya BUMN yang merugi. Dia mengatakan, saat ini ada 26 BUMN yang mengalami kerugian mencapai Rp 11,7 triliun.

“BUMN itu memang orientasinya kan profit. Kalau sampai merugi, ya harus dipertanggungjawaban dong. Kalau perlu ganti jajaran direksi,” kata Andreas Eddy Susetyo di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Sabtu (20/6).

BACA JUGA: Empat Solusi dari Mendag Atasi Masalah Dwelling Time

Menurut Andreas, pemerintah perlu mencari orang yang tepat, profesional dan bersih. “Kalau perlu lakukan fit and proper test. Tapi sebaiknya orang baru, jangan orang lama, karena faktanya sudah gagal," tegas politikus PDIP ini.

Andres menjelaskan, harus ada tindak lanjut jika hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya kerugian yang mengandung unsur pidana. "Masalahnya itu kan uang rakyat. Harus jelas kemana larinya dan untuk apa penggunaannya," imbuh Andreas. (fas/jpnn)

BACA JUGA: Pemerintah Paksa Minarak Lapindo Bayar Bunga Dana Talangan

Berikut 26 BUMN yang rugi di 2014:

1. Perum Produksi Film Negara, rugi Rp 1 miliar

BACA JUGA: Harga Tanah Tinggi jadi Kendala Program Sejuta Rumah

2. PT Energy Management Indonesia, rugi Rp 3 miliar (unaudited)

3. PT PDIP Batam Rugi, rugi Rp 5 miliar

4. PT INUKI, rugi Rp 6 miliar (unaudited)

5. PT Primissima, rugi Rp 7 miliar

6. PT Balai Pustaka, rugi Rp 8 miliar

7. PT Indra Karya, rugi Rp 9 miliar

8. PT Survai Udara Penas, rugi Rp 21 miliar

9. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, rugi Rp 37 miliar

10. PT Berdikari, rugi Rp 48 miliar

11. PT Industri Sandang Nusantara, rugi Rp 68 miliar

12. PT Kertas Kraft Aceh, Rp 81 miliar (unaudited)

13. PT Dok & Perkapalan Surabaya, rugi Rp 90 miliar

14. PT Barata Indonesia, rugi 97 miliar

15. PT Iglas, rugi Rp 101 miliar

16. PT Pertani, rugi Rp 123 miliar (unaudited)

17. PT Asei Rei, rugi Rp 128 miliar

18. PT Sang Hyang Seri, rugi Rp 160 miliar (unaudited)

19. PT Dok & Kodja Bahari, rugi Rp 176 miliar

20. PT INTI, rugi Rp 266 miliar

21. PT Rajawali Nusantara Indonesia, rugi Rp 281 miliar

22. Perum Bulog, rugi Rp 459 miliar

23. PT Antam Tbk, Rugi Rp 775 miliar

24. PT Merpati Nusantara Airlines, rugi Rp 1,57 triliun (audited 2013)

25. PT Krakatau Steel Tbk, rugi Rp 2,59 triliun

26. PT Garuda Indonesia Tbk, rugi Rp 4,62 triliun.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Setujui Permintaan Anggaran Menteri Susi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler