Menurut Pramono, harusnya negeri ini belajar dari Amerika Serikat (AS) yang sekarang ini melakukan pengetatan kepemilikan senjatanya luar biasa. Selain itu, di AS juga dilakukan psikotest untuk calon pemilik senpi.“Karena sudah terbukti orang yang mempunyai senjata banyak yang melakukan pembunuhan massal. Dan itu dilakukan di kampus, sekolah dan korbannya adalah notabene orang yang tidak bersalah,” ujarnya, Senin (7/5), kepada wartawan di Jakarta.
“Sehingga sebelum ini terlambat, maka kepolisian terutama pemerintah (Indonesia) harus menertibkan senjata pribadi,” ungkap bekas Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan itu.
Ditanya mengapa kepemilikan senpi terkesan begitu bebas di Indonesia? Pramono menilai itu lebih pada aspek bisnis. Karena, menurut dia, orang yang ingin memeroleh izin memiliki senjata pribadi tentu ada dananya dan yang memberikan kewenangan adalah kepolisian. Dia menegaskan, kepolisian harus menertibkan itu.
"Kalau itu dibiarkan, maka akan terus menerus datang persoalan orang akan gampang menunjukkan rasa gagah koboinya di depan pubnlik, sehingga itu akan membuat masyarakat kita semakin ketakutan," ujarnya. (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Eko: Verifikasi Honorer K1 Banyak Kekurangan
Redaktur : Tim Redaksi