DPR RI Kritik Panitia All England 2021, Jleb!

Kamis, 18 Maret 2021 – 17:36 WIB
Ketua Komisi X Syaiful Huda. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Syaiful Huda mengkritik keras panitia All England 2021, menyusul pencoretan kontingen Indonesia dari kejuaraan bulu tangkis bergengsi yang digelar di Birmingham itu.

“Tindakan ini mencerminkan ketidaksiapan mereka (panitia All England, red) dalam menyelenggarakan turnamen pada masa pandemi Covid-19,” kata Huda saat dihubungi awak media, Kamis (18/3).

BACA JUGA: Ketum PBSI Geregetan soal All England 2021

Menurut Huda, seharusnya panitia All England bisa menyiapkan aturan yang menyesuaikan standar penanganan Covid-19 di Inggris.

Sebab, kata dia, terdapat kewajiban isolasi selama sepuluh hari di negara Ratu Elisabeth itu, bagi orang yang satu lokasi dengan pasien positif Covid-19.

BACA JUGA: Begini Kata Menpora Amali soal All England, Ada Kata Tidak Adil

Setidaknya, kata dia, panitia All England bisa mengundang para atlet ke Birmingham jauh hari sebelum kejuaraan digelar.

Dengan begitu, kasus pencoretan kontingen Indonesia dari All England 2021 tidak perlu terjadi.

BACA JUGA: Jhoni Allen Ikut Rapat Komisi V DPR di Senayan, Langsung Jadi Bahan Candaan

"Dengan demikian, saat ada kasus peserta turnamen berada di satu pesawat dengan penumpang positif Covid-19, mereka bisa melaukan isolasi mandiri sebelum turnamen berlangsung,” jelas dia.

Sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari All England 2021. Tim Indonesia dipaksa mundur dari ajang bulu tangkis paling bergengsi itu.

Seluruh anggota tim, baik atlet, pelatih, dan ofisial 'terusir' dari All England tahun ini lantaran protokol kesehatan Covid-19.

Dalam keterangan dari Manajer Tim Indonesia Ricky Soebagdja, kejadian ini berawal dari penerbangan kontingen Indonesia dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu 13 Maret.

Konon di dalam penerbangan yang juga membawa timnas Merah Putih itu terdapat salah satu penumpang yang positif terpapar Covid-19.

“Namun kami pun tidak diberitahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang positif COVID-19 tersebut,” kata Ricky.

Dia menuturkan sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, maka seluruh anggota tim diharuskan menjalani isolasi selama sepuluh hari.

Dengan begitu, tim Indonesia dipaksa mundur dan melakukan isolasi sampai 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Centre, atau terhitung sepuluh hari sejak tiba di Birmingham, Sabtu 13 Maret lalu. (ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler