DPS Bermasalah, Penetapan DPT Ditunda

Kamis, 24 Mei 2012 – 18:51 WIB

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI berencana mengundur waktu pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilukada DKI Jakarta 2012. Sedianya DPT diumumkan besok (26/5). Namun KPU DKI terpaksa melakukan penundaan karenamasih melakukan pengecekan atas dugaan adanya data pemilih fiktif dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

"Jadi kalau pengumuman DPT tingkat provinsi ada kemungkinan kita mundurkan. Tapi kalau untuk tingkat kelurahan sudah tidak mungkin lagi," kata Ketua Pokja Pendataan Pemilih KPU DKI, Aminullah saat ditemui di kantornya, Kamis (24/5).
 
Menurut Aminullah, rencana penundaan tersebut mempertimbangkan masukan dari Panitia Pengawas (Panwas) DKI dan tim sukses (timses) pasangan calon. Panwas dan timses menyampaikan adanya pemilih fikif yang menggunakan KTP palsu atau bodong.

"Kemarin menurut teman-teman ini istilahnya KTP bodong. Itu kan bukan kewenangan kami juga itu KTP asli atau tidak. Tapi yang jelas orang tersebut mendaftar pada proses pemuktahiran, karena orang-orang yang merasa belum terdaftar boleh mendaftarkan diri," papar Amin.

Hanya saja KPU DKI belum bisa memutuskan lamanya penundaan pengumuman DPT tingkat provinsi. Pasalnya, penundaan pengumuman DPT juga akan mempengaruhi tahapan proses pemilukada DKI 2012. Amin mengungkapkan bahwa keputusan KPU DKI Nomor 2 Tahun 2011 tentang tahapan pemilukada DKI 2012 akan diubah terlebih dahulu.
 
"Keputusan KPU DKI Nomor 2 Tahun 2011 kita ubah dulu. Nanti dari situ kita bisa umumkan dan lakukan penetapan DPT tingkat provinsi," pungkasnya.
 
Seperti diberitakan, tiga timses pasangan calon gubernur DKI memprotes hasil pendataan DPS yang dilakukan KPU DKI karena ditemukan adanya pemilih fiktif di sejumlah kelurahan. Sejumlah LSM uga mengecam KPU DKI karena adanya selisih antara data DPS dengan hasil perekaman e-KTP hingga sekitar 1,4 juta. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syarat jadi Presiden Harus Berani Ambil Keputusan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler