Dubes Zuhairi Harap Kajian Keislaman Mahasiswa Indonesia Bisa Memperkokoh Keilmuan

Jumat, 08 September 2023 – 18:54 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia Zuhairi Misrawi menghadiri penutupan kajian keislaman mahasiswa Indonesia di Tunisia. Foto: Dokpri

jpnn.com, TUNIS - Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia Zuhairi Misrawi menghadiri penutupan kajian keislaman mahasiswa Indonesia di Tunisia, yang dibimbing oleh Syekh Shalahuddin al-Mustawi di Masjid Petilasan Imam Abul Hasan al-Syadzili atau yang dikenal "Maghar Imam Abul Hasan al-Syadzili". Acara tersebut digelar di Tunis pada Jumat (8/9).

Kegiatan ini rutin digelar oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI Tunisia) bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia pada musim panas, selama dua bulan.

BACA JUGA: Dubes Zuhairi Hadiri Peringatan 50 Tahun Wafatnya Ulama Besar Tunisia

Adapun buku-buku yang dikaji, di antaranya al-'Aqidah al-'Asy'ariyyah, Arba'in Hadis Imam al-Nawawi, Hikam Ibnu 'Athaillah al-Sakandari, dan Ushul al-Nidzam Ijtima'i fi al-Islam li al-'Allamah Muhammad Thahir bin 'Asyur.

Zuhairi menyampaikan kajian keislaman yang digelar oleh para mahasiswa Indonesia di Tunisia ini dapat memperkokoh pemahaman dan pendalaman atas khazanah Islam, sehingga dapat membangun pemikiran dan tindakan yang moderat dan toleran.

BACA JUGA: Momen Idulfitri di Tunisia, Dubes Zuhairi Bicara soal Keagungan Allah dan Pengabdian

"Tradisi kajian keislaman yang intensif setiap musim panas ini akan membentuk cara pandang yang moderat dan toleran. Sebab, khazanah keislaman yang dikaji dapat memperkaya pemahaman, bahkan pendalaman atas khazanah Islam yang amat kaya," kata dia dalam keterangannya, Jumat (8/9).

Di samping itu, lanjut Zuhairi, kajian intensif ini juga dapat mengasah kemampuan para mahasiswa Indonesia dalam berbahasa Arab.

BACA JUGA: Dubes Zuhairi Promosikan Tradisi Ramadan Indonesia di Tunisia

Sebab, materi disampaikan dalam bahasa Arab oleh ulama Tunisia yang mumpuni.

Duta Besar RI lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu menegaskan kajian keislaman pada akhirnya akan membentuk kepribadian para mahasiswa, sehingga mempunyai kearifan, ketulusan, serta kemauan untuk saling menghormati dan menghargai.

"Pada akhirnya, setelah mengikuti kajian keislaman secara intensif selama dua bulan, maka diharapkan dapat membentuk kepribadian setiap mahasiswa. Idealnya, kajian keislaman ini dapat membentuk kearifan, ketulusan, serta kehendak untuk saling menghormati dan saling menghargai," kata dia.

Zuhairi menambahkan para mahasiswa adalah calon-calon ulama dan pemimpin di masa depan, karenanya perlu membekali diri dengan khazanah keislaman yang kokoh dan mendalam.

Sementara itu, Syekh Shalahuddin al-Mustawi berharap para mahasiswa Indonesia terus belajar sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan emas selama menuntut ilmu di Tunisia untuk menguasai khazanah keislaman dengan baik dan benar. (Tan/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dubes Zuhairi Ajak Pengusaha Muda Tunisia Berinvestasi di Indonesia


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler