Duh Jokowi, Katanya Fokus Infrastruktur di Luar Jawa, Malah Garap Kereta Cepat

Jumat, 04 September 2015 – 11:26 WIB
Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Rencana pemerintah untuk mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terus menuai penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mempertanyakan janji pemerintahan Jokowi-JK yang akan fokus membangun infrastruktur di luar Jawa. Menurutnya rencana pembangunan KA cepat Jakarta-Bandung sudah melenceng dari visinya.

BACA JUGA: Serius! DPR Segera Bentuk Pansus Pelindo

"Membangun KA supercepat juga bentuk diskriminasi, antara Jawa dan luar Jawa. Ini jelas bertentangan dengan visi Presiden Jokowi yang katanya akan fokus membangun infrastruktur di luar Jawa, khususnya Indonesia Timur. Seharusnya yang dibangun adalah KA di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera atau merevitalisasi KA di Jawa," ujar Tulus di Jakarta, Jumat (4/9).

Tulus juga menilai rencana pembangunan kereta cepat terlalu beresiko tinggi. Pasalnya untuk mengerjakan proyek tersebut dibutuhkan dana yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp 60 triliun lebih.

BACA JUGA: Buwas Titip Pesan buat Wartawan

"Membangun KA cepat juga merupakan kebijakan high risk, kalau dikemudian hari mengalami kegagalan. Siapa yang akan menanggungnya, apalagi dengan utang yang segunung," katanya. (chi/jpnn)

BACA JUGA: Kenapa Anang Iskandar Dipilih jadi Kabareskrim? Ini Jawaban Kadiv Humas Polri

BACA ARTIKEL LAINNYA... CATAT! Buwas Naik Level, Langsung di Bawah Presiden


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler