Perkuat 13,5 UMKM, BRI Ventures Masuk Bukalapak

Kamis, 15 April 2021 – 11:40 WIB
Perusahaan modal ventura BRI Ventures secara resmi mengumumkan telah melakukan investasi strategis Bukalapak. Ilustrasi: Humas BRI

jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan modal ventura BRI Ventures hari ini, Kamis (15/4) secara resmi mengumumkan telah melakukan investasi strategis di Bukalapak.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja menyatakan, investasi tersebut dalam upaya mendukung 13,5 juta UMKM di Indonesia yang berada dalam ekosistem unicorn asal Indonesia itu.

BACA JUGA: BRI Terus Salurkan Bantuan Tanggap Bencana untuk Masyarakat Terdampak Gempa Malang

Menurut Nicko investasi itu menjadi komitmen BRI Ventures untuk terus mendorong inklusi keuangan di Indonesia dan menciptakan pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.

"Sebagai bagian dari kegiatan pendanaan strategis yang dilakukan pada Bukalapak, telah diumumkan di akhir tahun lalu," kata Nicko dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (15/4).

BACA JUGA: 3 Cara BRI Ajak Pekerjanya Peduli Isu LST

Nicko menjelaskan UMKM memiliki peranan sangat penting dalam perekonomian nasional.

Mengutip data Kemenkop UKM dan BPS, Nicko mengatakan, UMKM merupakan sektor yang menyumbang 60,34 persen PDB nasional dan menyerap 58,18 persen dari total investasi di Indonesia.

Dia menyebutkan, investasi strategis bersama Bukalapak ini sangat penting untuk dilakukan, karena hal ini sejalan dengan misi BRI Group dalam mendukung UMKM, khususnya dalam pertumbuhan UMKM digital saat ini.

"Kami yakin akan menjadi pembangkit ekonomi nasional pada masa mendatang. Hal ini juga merupakan komitmen BRI Ventures untuk terus mendukung kemajuan ekosistem startup digital di Indonesia” beber Nicko.

Dia berharap bersatunya dua perusahaan dengan misi yang sejalan, akan membantu akselerasi penetrasi digital di Indonesia.

Di samping itu, lanjut Nicko untuk terus membantu menciptakan akses pasar dan dukungan bisnis yang merata.

"Dapat diakses oleh siapa saja di manapun mereka berada. Hal ini juga merupakan fokus kami untuk menjadikan ketahanan bisnis UMKM semakin kuat dan mampu memiliki bisnis yang berkelanjutan”, tambah Nicko.

Nicko juga mengatakan, mengutip data Bank Indonesia meski 87,5 persen UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Namun, sebanyak 27,6 persen UMKM mengalami peningkatan karena menggunakan sistem daring dalam proses penjualan.

"Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi UMKM untuk dapat beradaptasi dengan dunia digital untuk dapat terus berkembang," kata dia.

Dia mengakui, Bukalapak melalui platform online dan offline, telah menjangkau lebih dari 13.5 juta UMKM Mitra.

Tidak hanya itu, lebih dari 100 juta pengguna di seluruh Indonesia memanfaatkan teknologi Bukalapak dalam mensejahterakan hidup.

Selain itu, Bukalapak juga telah meluncurkan lini bisnis B2B e-procurement melalui BukaPengadaan Indonesia (BPI) di 2019 serta Buka Investasi Bersama (BIB), sebuah APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) berbasis digital. Tentunya produk-produk ini akan semakin meningkatkan kualitas layanan Bukalapak.

BRI Ventures sebagai corporate venture capital di dalam BRI Group, terus melakukan inovasi dalam mendukung pertumbuhan ekosistem startup dan digital di Indonesia.

Peran BRI Ventures sendiri adalah mendukung percepatan inovasi dengan melakukan investasi strategis di perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang cepat, memiliki pasar yang luas.

"Serta dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia," tegas Nicko. (jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler