Dukung Industri Kesehatan, Fujifilm Hadirkan Teknologi AI

Kamis, 29 Desember 2022 – 22:15 WIB
Dokter sedang memeriksa keadaan pasien. Ilustrasi Foto: dok FFID

jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan di bidang fotografi, Fujifilm memadukan kecanggihan teknologi di bidang pembuatan film dengan industri kesehatan.

Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto mengatakan, teknologi layanan pemeriksaan kesehatan berkualitas akan memudahkan tugas tenaga kesehatan dalam mendiagnosa penyakit.

BACA JUGA: FujiFilm Rilis Instax Mini Evo, Sebegini Harganya

“Harapan kami, setiap orang dapat menerima perawatan medis berkualitas tinggi,” tutur Masato Yamamoto, dalam keterangannya, Kamis (29/12).

Sejarah Fujifilm dalam dunia kesehatan telah merentang dalam kurun waktu yang panjang. Pada 1936, mereka telah memulai penjualan film sinar-X.

BACA JUGA: Fujifilm Bersiap Merilis Kamera Mirrorless X-S10 dengan Sensor 26,1 MP

Perusahaan ini juga melebarkan sayap bisnis di bidang diagnostik melalui Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik, sistem ultrasound, endoskopi, sistem diagnostik in vitro, CT, MRI, hingga PACS.

Saat ini Fujifilm memperluas layanan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau teknologi AI.

BACA JUGA: Lensa Baru Fujifilm Diklaim Jago Bikin Gambar Bokeh

"Kebutuhan akan teknologi AI makin tinggi dalam pengembangan produk yang memenuhi kebutuhan industri perawatan kesehatan," ujar Yamamoto.

Dalam mengembangkan teknologi AI di bidang medis, Fujifilm berkolaborasi mengembangkan penelitian bersama banyak pihak.

Pada April 2019, Fujifilm melalui penelitian bersama Universitas Kyoto, berhasil mengembangkan teknologi AI yang secara automatis mampu mengategorikan dan mengukur lesi pneumonia interstisial pada tingkat presisi yang lebih tinggi.

Mereka kemudian memulai studi penelitian dengan menerapkan teknologi AI untuk membantu diagnosis dan penilaian pengobatan pasien dengan pneumonia akibat Covid-19.

Inisiatif Fujifilm yang lain juga mencakup pengembangan platform AI yang dapat digunakan di ruang gawat darurat, ruang operasi, termasuk selama pemeriksaan sinar-X umum. (zil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler