Dukung Pemerintah Pulihkan Ekonomi, Pegadaian Bebaskan Bunga 1,9 Juta Nasabah

Sabtu, 29 Agustus 2020 – 15:15 WIB
Ilustrasi pegadaian. Foto: Malut Post/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) terus aktif mendukung langkah strategis pemerintah dalam mengembangkan sektor UMKM Indonesia dan sekaligus menciptakan ekosistem UMKM yang mampu menjadi tulang punggung dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Peran aktif Pegadaian salah satunya diwujudkan lewat program Gadai Peduli yang sudah berjalan sejak awal Mei 2020.

BACA JUGA: Harga Emas di Pegadaian Hari ini, Sabtu 29 Agustus 2020

Sampai dengan akhir Juli 2020, Pegadaian telah memberikan bebas bunga kepada 1,9 juta nasabah di seluruh Indonesia. Bagi nasabah yang memiliki pinjaman kurang dari Rp 1 juta, Pegadaian menerapkan bunga 0%.

"Ini salah satu peran Pegadaian dalam membantu UMKM yang terkena dampak covid. Program Gadai Peduli dengan bunga 0% dan tanpa subsidi pemerintah. Hal ini tentu berdampak bagi pencapaian target laba perusahaan. Tetapi, kami bukan semata-mata mencari keuntungan. Hal ini sejalan dengan spirit BUMN Untuk Indonesia," kata Kuswiyoto dalam webinar Penguatan UMKM Sebagai Backbone Pemulihan Ekonomi Indonesia, Jumat (28/8).

BACA JUGA: Jangan Sampai Salah Antara Pegadaian, Usaha Gadai dan Pergadaian

Kuswiyoto menambahkan saat ini sektor UMKM dihadapkan pada situasi Covid-19 yang memberikan dampak terhadap penurunan omset penjualan dan intensitas pelanggan, penurunan margin keuntungan karena faktor penurunan harga jual.

Kemudian kekurangan bahan baku karena faktor keterbatasan distribusi, hingga kesulitan dalam membayar cicilan kredit atau cicilan sewa lapak.

BACA JUGA: Harga Emas Naik Terus, Masyarakat Lebih Pilih Gadai di Pegadaian Dibanding Jual

Mengatasi permasalahan tersebut, Kuswiyoto menegaskan, bahwa Pegadaian memiliki beberapa produk, yang dapat membantu mengembangkan sektor UMKM di Indonesia. Diantaranya adalah produk Gadai baik secara konvensional maupun syariah, maupun pinjaman modal kerja untuk UMKM dan Ultra Mikro.

"Pada kondisi sekarang ini, banyak sekali UMKM terpaksa melakukan PHK atau pemotongan THP karyawannya dan tidak mampu melanjutkan usahanya dalam rentang waktu sementara/ permanen. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, Pegadaian memiliki beberapa produk lainnya yang  ditujukkan untuk mendukung sektor UMKM. karena itu, kami akan terus berkomitmen untuk tetap menyalurkan kredit kepada UMKM," papar Kuswiyoto.

Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Teten Masduki juga menuturkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi sektor UMKM, baik dari sisi supply dan demand.

Karena itu, dibutuhkannya kerja sama dari berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatan sektor UMKM di Indonesia.

"Banyak UMKM yang terganggu dari aspek pembiayaan, distribusi dan produksi. Maka pemerintah melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terus berfokus pada pengembangan UMKM," tandas Teten.(IKL/JPNN)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler