Dukung Pengelolaan Sampah Lebih Baik, Pertamina Hadirkan PLTS di TPS3R Desa Kedonganan

Senin, 25 September 2023 – 11:51 WIB
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus DPPU Ngurah Rai memberdayakan masyarakat Desa Adat Kedonganan di Bali melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, BADUNG - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus DPPU Ngurah Rai memberdayakan masyarakat Desa Adat Kedonganan di Bali melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Sebagai bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB), program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini memperkuat komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat agar akselerasi transisi energi terbarukan merata hingga ke pelosok desa dengan memanfaatkan sumber daya energi lokal.

BACA JUGA: Kilang Pertamina Plaju Raih Winner di Ajang World Petroleum Council Excellence Awards 2023

Operation Head DPPU Ngurah Rai Dicky Abdul Hakim mengatakan energi terbarukan ini turut mendukung kebutuhan listrik operasional Tempat Pembuangan Sampah Reduce-Reuse-Recycle Kedonganan Ngardi Resik (TPS3R KNR).

“Dengan kondisi lahan yang luas dan berada di kawasan dekat pantai, kami melihat bahwa masyarakat dapat memanfaatkan energi terbarukan tenaga surya dalam mendukung aktivitas TPS3R KNR," kata Dicky Abdul Hakim dalam keterangannya, Senin (25/9).

BACA JUGA: Pertamina Siap Kembangkan Pusat Riset Energi Berkelanjutan di IKN

Dia berharap dengan adanya energi terbarukan ini, masyarakat juga dapat merasakan manfaat langsung, sehingga transisi energi terbarukan dapat dengan cepat dicapai.

Sebagai informasi, TPS3R Kedonganan Ngardi Resik (KNR) merupakan TPS pertama yang menerapkan aplikasi berbasis barcode dalam penilaian pemilahan sampah organik dan anorganik.

BACA JUGA: Pertamina Resmi Terapkan Digitalisasi Sistem Pengisian Ulang Avtur di 6 Bandara

Nantinya, sampah organik yang terkumpul sebagai briket bioarang dan kompos trichoderma, sedangkan sampah anorganik yang terkumpul dilakukan pengepresan untuk kemudian dijual kepada pihak ketiga.

PLTS dengan kapasitas 6,54 Watt Peak (Wp) dan 10 Watt Hour (Wh) per tahunnya ini tidak hanya mengurangi emisi hingga 8.502 kgCO2eq, tetapi juga menghemat biaya listrik hingga Rp 15 juta per tahun.

Ini adalah salah satu langkah dalam akselerasi transisi Energi Terbarukan yang merata dengan mengoptimalkan sumber daya energi lokal.

Warga Desa Kedonganan Supardi Asmorobangun mengatakan energi terbarukan ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Kedonganan, salah satunya dalam produktivitas pengelolaan sampah di TPS3R.

"Selain itu, manfaat tersebut dirasakan dalam mendukung roda perekonomian kami untuk lebih maju lagi,” ujar Supardi Asmorobangun.

Sejak 2019, program Desa Energi Berdikari telah menghasilkan manfaat 170.880 wp energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, 605 ribu m3/tahun energi biogas dan gas metana.

Kemudian 8 ribu watt energi microhydro, 6.500 liter energi biodiesel per tahun, serta 16.500 wp energi hibrida PLTS dan angin, serta berdampak pengurangan emisi karbon sebesar 565.928 ton Co2eq per tahun.

Desa Energi Berdikari juga turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat serta memberikan dampak perekonomian bagi 3.021 kepala keluarga dengan total multiplier effect sebesar manfaat Rp 1,8 miliar per tahun.

Harapannya melalui program Desa Energi Berdikari Pertamina, masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonominya dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta pengembangan produk UMKM yang dihasilkan sampai dengan pemberian edukasi terkait pemanfaatan dan perawatan fasilitas energi terbarukan.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menambahkan program DEB Pertamina ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin #7 (Energi Bersih dan Terjangkau, poin #8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin #13 (Penanganan Perubahan Iklim).

"Selain itu, melalui program ini, Pertamina juga turut mendukung target Pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission di tahun 2060," pungkas Ahad. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler