Dukungan Bamsoet Muluskan Langkah Airlangga Jadi Ketum Golkar

Sabtu, 12 Oktober 2019 – 09:09 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada acara pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/3/2019). Foto: Elfany Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Langkah Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode kedua dinilai akan berjalan mulus, menyusul Bambang Soesatyo (Bamsoet) terpilih menjadi Ketua MPR.

Pascapelantikan sebagai Ketua MPR, Bamsoet juga menyatakan mundur sebagai calon Ketum Golkar. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada Airlangga untuk kembali memimpin Golkar periode 2019-2024.

BACA JUGA: Nasib Airlangga Ditentukan Hasil Suksesi Bamsoet Menuju Ketua MPR

Menurut politisi Golkar Fadel Muhamad, dukungan Golkar atas terpilihnya Bamsoet menjadi Ketua MPR telah meredakan konflik internal yang terjadi di tubuh partai beringin itu. Hal tersebut juga menjadi buah 'deal politik' Airlangga, agar dia dapat mempertahankan jabatannya sebagai ketua umum Golkar.

"Ya betul arahnya kesana, supaya tidak ada konflik internal. Seperti biasa ini kan proses," ujar Fadel Muhammad.

BACA JUGA: Airlangga Berharap KNPI Jadi Mitra Strategis Pemerintahan Jokowi - Ma’ruf Amin

Mantan Anggota Dewan Pembina Golkar tersebut berharap, redanya konflik internal dan terpilihnya kembali Airlangga menjadi momentum untuk membangun citra partai beringin menjadi semakin baik. Semua kalangan di internal dapat bersatu mendukung kinerja Golkar sampai pada masa pemilu berikutnya. "Harapannya bagus, insyaallah semua baik. Golkar menyatu untuk mendukung mereka," ujarnya.

Namun Ketua DPP Partai Golkar Dito Ariotedjo menegaskan, tidak ada kesepakatan yang terjadi antara Airlangga dan Bamsoet. Ia mengatakan bahwa dari pihak Bamsoet yang memiliki kesadaran penuh memberikan dukungan kepada Airlangga. “Setahu saya bukan tukar jabatan yah, itu kesadaran (Bamsoet) sendiri,” katanya

BACA JUGA: Rekonsiliasi Airlangga-Bamsoet Bukan Bagi-Bagi Kekuasaan

Pria yang akrab disapa Dito itu menegaskan, semua itu adalah hasil konsolidasi internal partai yang membahas masa depan Partai Golkar. Dito mengapresiasi dukungan Bamsoet kepada Airlangga yang dinilainya bisa memuluskan jalan Airlangga untuk menjadi Ketum periode keduanya.

"Peluang Airlangga terlihat semakin mulus untuk kembali menjabat ketua umum Golkar, terlebih sejak bersatunya Pak Bamsoet bersama Pak Airlangga. Semoga kekompakan dan kesolidan ini terus terjaga agar Golkar lebih siap menghadapi tantangan ke depan," tandas Dito. 

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez menyambut baik konsolidasi internal Partai Golkar. “Sekarang kalau kita lihat, posisi Airlangga seperti di atas angin di Munas,” kata Arya.

“Terutama tadi, setelah kesepakatan kedua tadi. Tapi saat ini belum muncul tokoh lain yang mau bertarung secara terbuka dengan Airlangga. Kalau Bamsoet menyatakan mundur dan meminta proses aklamasi dilakukan, tentu akan mudah sekali bagi Airlangga untuk menang,” sambungnya.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler