Dunia Menuju Endemi, Wabah Covid-19 di China Malah Menjadi-jadi

Minggu, 03 April 2022 – 14:11 WIB
Covid-19 kembali menggila di China saat banyak negara justru bergerak menuju fase endemi. Foto: ANTARA/HO-GT/mii

jpnn.com, BEIJING - Saat banyak negara mulai bergerak menuju fase endemi, China mengalami lonjakan kasus harian tertingginya. Selain itu, subvarian Omicron BA.1.1 ditemukan di Suzhou, wilayah tetangga Shanghai yang kini memasuki fase lockdown kedua.

Sebanyak 13.146 kasus positif ditemukan pada Minggu (3/4), angka tertinggi dalam penambahan kasus baru sejak virus corona pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, pada akhir 2019.

BACA JUGA: Ukraina Khawatir Invasi Rusia Dicontoh Negara Haus Perang seperti China

Provinsi Jilin dianggap telah berhasil mengatasi lonjakan kasus baru, namun bukan berarti penyebaran wabah berakhir karena subvarian BA.1.1, mutasi varian Omicron, ditemukan di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, yang berbatasan dengan Shanghai.

Dalam beberapa hari terakhir Shanghai mengalami serangan terparah COVID-19. Pada Minggu saja, kota terkaya di China itu mencatat 438 kasus positif dan 7.788 kasus tanpa gejala.

BACA JUGA: China Gunakan Sanksi untuk Paksa Lansia Ikut Vaksinasi

Shanghai memasuki fase lockdown kedua setelah otoritas setempat menggelar tes PCR secara massal terhadap 16 juta warga yang tinggal di Puxi, wilayah tepi barat Sungai Huangpu, pada Jumat (1/4).

Pusat keramaian dan perbelanjaan terbesar di Shanghai, The Bund dan Nanjing Lu, yang biasanya sangat sibuk, kini seperti kota mati.

BACA JUGA: China Sudah Membayangkan Asia Tenggara Jadi Rumah Bersama, Bebas Intervensi Asing

Wakil Perdana Menteri China Sun Chunlan melakukan kunjungan ke kota yang menjadi salah satu pusat finansial dunia itu.

"Kebijakan nol COVID-19 secara dinamis harus dijalankan dengan tindakan tegas dan cepat, tetapi kami sadar ini menjadi tantangan terbesar bagi 25 juta jiwa penduduk kota ini agar tetap bisa beraktivitas normal dengan tetap memerangi wabah varian Omicron," kata Sun seperti dikutip media setempat. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler