EDAN, sembilan Pelajar Ini Bobol Rumah Tetangganya

Minggu, 04 Oktober 2015 – 12:08 WIB

jpnn.com - SIMALUNGUN - Sembilan pelajar ini benar-benar nekat. Mereka nekat membobol rumah tetangganya Namun aksi ini diketahui setelah pemilik rumah mencurigai salah satu dari mereka yang kemudian berkembang hingga kesembilan pelajar itu diamankan.

Aksi pencurian itu terjadi di Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas. Dari rumah milik Hendri (35) tersebut, pelaku mencuri dua lembar STNK sepedamotor, satu unit hp merk Mito dan uang Rp700 ribu. Pencurian terjadi Kamis (1/10) sekira pukul 22.30 WIB saat korban tak ada di rumah.

BACA JUGA: Sukurin! Aniaya Pacar, Bakal 2 Tahun di Penjara

Hendri saat ditemui Metro (JPNN Group) di kediamannya, Sabtu (3/10) mengatakan bahwa sebelum kehilangan, sejumlah warga lainnya juga telah mengalaminya. "Sudah sering di sini kehilangan, Bang. Di sana, di sini, di atas sana. Pokoknya sudah banyaklah, Bang. Memang pelaku yang selama ini kami curigai adalah anak-anak sekolah itu. tapi baru sekarang ketahuan," ujar Hendri.

Dia menceritakan, saat itu mereka sedang tidak berada di rumah. Pencurian diketahui setelah dirinya bersama istrinya boru Sinaga pulang dari pesta.

BACA JUGA: Berisik, Ditegur, Tak Terima, Pemilik Konter Ponsel Ini pun Bonyok

"Waktu kami sampai di rumah, kulihat pintu belakang sudah terbuka. Setelah kami cek, ternyata hp yang kuletak di atas meja sudah hilang. STNK dua unit, celengan isinya sekitar Rp300 ribu dan uangku dari dompet di dalam kamar," jelasnya lagi.

Saat itu mereka juga memeriksa keadaan rumah dan melihat dinding dan atap kamar mandi sudah terbuka, Hendri menduga pelaku menjalankan aksinya dengan masuk dari kamar mandi.

BACA JUGA: Duel dengan Maling, Penjaga Masjid Kena Tusuk Berkali-kali

Keesokan harinya (Jumat siang), Rahim Sinaga, mertua dari Hendri mencurigai salah seorang pemuda berinisial RL (16) yang juga tinggal di Nagori Boluk. Mereka kemudian menginterogasi RL dan akhirnya RL mengaku melakukan pencurian di rumah Hendrik dengan beberapa temannya yang juga pelajar.

Selanjutnya istri korban bersama Rahim Sinaga mendatangi Polsek Bosar Maligas melaporkan kasus pencurian di rumahnya. Dan, atas keterangan RL, delapan pelaku lainnya juga diketahui. "Jumat malam itu 9 yang dibawa ke Polsek Bosar Maligas, Bang. Ada datang memang beberapa orangtua pelaku ke rumah ini mau minta damai. Tapi nampaknya Rahim Sinaga, mertuaku, nggak setuju," pungkasnya.

Sebelumnya, salah seorang pedagang gorengan di persimpangan yang tak jauh dari perkampungan Nagori Boluk mengaku bahwa sebelum para pelaku diamankan, aksi pencurian di lokasi itu juga sudah sering terjadi. "Memang di sini sudah sering kehilangan, Bang. Sudah seringlah pokoknya. Tapi pelakunya nggak pernah dapat," ujar ibu rumah tangga itu diaminkan salah seorang pria berkumis.

Terpisah, salah seorang warga lainnya, boru Sinaga, juga mengungkapkan hal senada. Katanya, masyarakat sudah sangat resah melihat seringnya terjadi aksi pencurian. "Iya memang, sering kehilangan di sini, Bang. Kalau yang baru kehilangan itu rumahnya yang ada doorsmeer itu. Pelakunya memang belum pernah tertangkap," pungkasnya.

Salah seorang orangtua pelaku yang berada di Polsek saat ditanyai METRO (JPNN Group) mengaku sedang menunggu korban pencurian untuk melakukan perdamaian. "Lagi menunggu merekalah, biar cepat pulang anak kami ini," ujar salah seorang ibu.

Terpisah Kapolsek Bosar Maligas AKP Masku Sembiring melalui Kanit Reskrim Ipda Arjun membenarkan adanya kasus pencurian di Nagori Boluk. Namun, saat wartawan menanyakan data terkait identitas para pelaku, Kanit tak bersedia memberikan dengan alasan mereka masih berstatus pelajar. (ag)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Heboh! Ditemukan Mayat Penuh Luka Bacok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler