Edukasi Penting untuk Membantu Migrasi dari TV Analog ke Digital

Minggu, 14 November 2021 – 23:07 WIB
Ilustrasi - Peralihan dari siaran televisi analog ke digital. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banjarmasin Mujiyo menilai pentingnya sosialisasi dan edukasi terkait langkah pemerintah mengubah sistem tayangan televisi dari analog menuju digital.

Menurutnya, sosialisasi perlu dilakukan secara masif, termasuk di wilayah Kalimantan Selatan.

BACA JUGA: Migrasi TV Digital, Bakal Jadi Peluang Generasi Muda Hadirkan Konten Kreatif

"Bagaimana pun, edukasi akan sangat membantu dalam pengenalan migrasi ke siaran televisi digital. Apalagi, masyarakat memiliki berbagai keuntungan dengan beralih dari analog ke digital," ujar Mujiyo pada 'Pertunjukan Virtual Kesenian Daerah Bersiap Digital' menyambut Siaran TV Digital dari Kalsel, Sabtu (13/11).

Kegiatan ini disiarkan secara langsung oleh Kemkominfo TV dan direlay oleh YouTube channel dari mitra Kementerian Kominfo.

BACA JUGA: Ayo, Daftar Menjadi Bakal Caleg Perindo, Terbuka untuk Umum

Menurut Mujiyo, sosialisasi akan dilakukan dalam tiga tahap, sesuai ketentuan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 11/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

"Tahap pertama di Provinsi Kalimantan Selatan mulai dari 23 April 2021 untuk wilayah Kalimantan Selatan 2, 3 dan 4."

BACA JUGA: Refly Harun Beri Saran Buat KPK Terkait Formula E, Begini

"Kemudian, sejak Agustus ditujukan bagi Kalimantan Selatan 1 dan 5. Harapannya, kegiatan ini akan berjalan lancar ke depannya," kata Mujiyo.

Dalam kesempatan yang terpisah Direktur Operasi Sumber Daya Kementerian Komunikasi dan Informasi (KemKominfo) Dwi Handoko menyebut perpindahan sistem analog ke digital merupakan cara meningkatkan kualitas.

"Perpindahan analog ke digital akan menciptakan efisiensi pemakaian spektrum frekuensi, mampu menghemat bandwidth, kebal terhadap gangguan atau noise dan dilengkapi dengan sistem yang mampu memperbaiki kesalahan pengiriman data akibat gangguan Forward Error Correction (FEC) sehingga informasi yang diterima utuh, jernih, dan berkualitas," katanya.

Selain itu, peralihan juga akan memberikan diversifikasi konten siaran yang akan mendorong keberagaman konten dari industri penyiaran dalam negeri.

"Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan konten beragam, sekaligus mendorong pertumbuhan industri penyiaran hingga ke daerah," katanya.(gir/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler