Ekonomi Global Melambat, Ekspor pun Menurun

Rabu, 29 Juli 2015 – 13:11 WIB
Ekonomi Global Melambat, Ekspor pun Menurun. Foto JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com SURABAYA – Kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan dinilai menjadi pemicu utama penurunan ekspor Jatim sepanjang semester pertama tahun ini.

Pasalnya, kondisi ekonomi tersebut membuat negara-negara tujuan ekspor mengurangi pasokannya dari Indonesia.

BACA JUGA: KAI Pesan 5 Rangkaian KA Buatan Anak Negeri

“Kami menilai penyebab utama mengapa ekspor Jatim pada semester pertama ini turun, karena faktor ekonomi global. Sebab hampir semua negara tujuan terdampak perlambatan ekonomi global,” terang Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim, Isdarmawan Asrikan seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Rabu (29/7).

Dari catatannya, hampir semua komoditas di Jatim saat ini mengalami penurunan ekspor. Baik kopi, komoditas perhiasan, kayu dan barang dari kayu.

BACA JUGA: Pelabuhan Tanjung Priok Didemo, Pelindo II Beroperasi Seminggu Penuh

Padahal, komoditas tersebut selama ini menjadi andalan untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan ekspor Jatim.

Berdasar data di Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, kinerja ekspor Jawa Timur dari Januari hingga Juni 2015 belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

BACA JUGA: Jokowi Teken Aksesi FCTC, Nasib Petani Tembakau Terancam

Secara kumulatif, nilai ekspor Jatim di semester pertama tahun ini turun mencapai 5,07 persen.

Jika semester pertama tahun lalu ekspor Jatim bisa mencapai USD 9.895,08 juta, maka pada semester pertama tahun ini hanya terealisasi USD 9.392,95 juta.

Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar terutama untuk komoditi non-migas Jatim adalah Jepang dengan nilai ekspor mencapai USD 204,74 juta.

Disusul Amerika Serikat sebesar USD 169,61 juta dan Tiongkok senilai USD 153,77 juta.

Untuk negara-negara di Asia Tenggara atau ASEAN, tujuan ekspor Jatim terbesar adalah Malaysia dengan nilai USD 34,77 juta.

Sementara untuk Uni Eropa adalah Belanda dengan nilai ekspor sebesar USD 37,78 juta.

“Harapan kami di semester kedua tahun ini, kinerja ekspor bisa lebih baik. Tapi selama rupiah masih melemah terhadap dolar (AS), saya rasa masih sulit ekspor bisa tumbuh,” tukas Isdarmawan yang juga menjabat sekjen ASEAN Shippers Aliance (ASA) ini. (rud/jay/awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mau Tahu Kerugian AP II Gara-gara Gunung Raung? Ini Jumlahnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler