Ekspansi, PT Semen Indonesia Kucurkan Rp 6 T

Rabu, 17 Juli 2013 – 01:18 WIB
JAKARTA--BUMN produsen semen PT Semen Indonesia tampaknya bakal terus berupaya menggenjot kinerjanya. Hal tersebut ditunjukan pada rencana perusahaan yang bakal dilakukan tahun depan. Perusahaan hasil gabungan 3 BUMN penghasil semen itu menyatakan sudah menganggarkan Rp 6 triliun untuk ekspansi pada 2014 nanti.

Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, dana yang disiapkan tersebut dua kali lipat dari anggaran belanja modal tahun ini yakni Rp 3 triliun. Faktor yang menyebabkan kenaikan tersebut adalah proyek-proyek yang bakal dilakukan tahun depan. Misalnya, proyek pembangunan pabrik di Rembang (Jawa Tengah) dan Padang (Sumatera Barat) sebesar Rp 2 triliun.

"Selain itu, ada rencana pabrik pengemasan senilai Rp 1 triliun, lalu, modal kerja dianggarkan Rp 1 triliun, dan pengembangan bisnis lainnya Rp 1-2 triliun. Jumlah itu belum termasuk rencana perseroan untuk membangun pabrik baru di Myanmar, nilainya sekitar RP 2 triliun. Jadi, bila digabungkan, kebutuhan dana perseroan mencapai sekitar USD 700 juta (Rp 7 triliun)," ujarnya di Jakarta, Senin (15/7).

Dari kebutuhan tersebut, Dwi mengaku sudah menyiapkan dana internal sekitar USD 400 juta. Mengenai sisa kebutuhan dana, pihaknya mengaku masih mempertimbangkan beberapa opsi seperti pinjaman perbankan atau penerbitan obligasi. Namun, diantara beberapa pilihan, PT Semen Indonesia menjadikan penerbitan obligasi alternatif pertama.

"Penerbitan global bond (obligasi berbentuk dollar AS) merupakan opsi pertama karena natural hedging. Bisa jadi kombinasi antara obligasi dengan pinjaman. Namun, kami masih mengkajinya secara matang," tuturnya.

Dengan begitu, pihaknya mengaku siap untuk menggenjot kinerja, terutama ekpansi secara global. Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga mengungkapkan sudah menindaklanjuti rencana penambahan pabrik semen di Myanmar. Saat ini, pihaknya masih menyeleksi perusahaan lokal untuk dijadikan mitra.

"Kami akan melakukan pendalaman terhadap calon partner dalam minggu-minggu ini. Besok akan ada tim ke sana untuk melakukan penjajakan. Sehingga nanti kita harapkan, kita akan menyelesaikan negosiasi di semester dua," kata Dwi.

Soal kemungkinan calon mitra, dia mengaku sudah mendapatkan tiga perusahaan lokal yang dalam tahap penjajakan. Namun, dia menolak untuk memberi rincian siapa saja tiga calon tersebut. "Ada 2 swasta dan 1 ada join antara BUMN sama swasta. Boleh dikatakan 1 BUMN-lah. Yang paling sering gampang kita negosiasikan ke swasta," tuturnya.

Dia menambahkan, proyek pabrik tersebut nanti bisa memproduksi 1-1,5 juta ton semen per tahun. Produksi tersebut memang rencananya digunakan untuk pasokan dalam negeri. Namun, dia juga terbuka jika ada kemungkinan mengekspor produk tersebut "Jangka panjangnya Myanmar sendiri. Tapi, kami mungkin bisa integrasikan ke Bangladesh. Kan, Myanmar dan Bangladesh itu dekat," katanya. (bil)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sriwijaya Air Siapkan 46 Ribu Kursi Tambahan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler