Eksportir Puji Kementan Tak Ada Pungutan Ekspor Manggis

Rabu, 03 Oktober 2018 – 09:36 WIB
Muhammad Bayu Vesky, perwakilan eksportir manggis dari Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. Foto: Natalia/JPNN

jpnn.com, LIMAPULUH KOTA - Eksportir manggis Indonesia yang diwakili dari PT. Bumi Alam Sumatera mengapresiasi proses ekspor yang dijalankan melalui Kementerian Pertanian saat ini.

Menurut Direktur Kerja Sama Antarlembaga PT. BAS Muhammad Bayu Vesky sama sekali tidak ada pungutan biaya saat pihaknya dua kali mengekspor manggis ke Tiongkok.

BACA JUGA: Mentan Amran: Jika Mau Kaya, Masuklah di Sektor Pertanian

"Kami rasakan pelayanan yang luar biasa sampai masa karantina hingga di ekspor. Hebatnya, tidak ada pungutan satu rupiah pun. Petugas dari dinas datang ke sini pun kami tidak diminta dana apa pun. Ini karena Bapak Menterinya orang yang antikorupsi," ujar Bayu saat beri laporan pada Mentan Andi Amran Sulaiman di Jorong Sawah Laweh, Nagari Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Bayu mengatakan proses untuk ekspor memakan waktu selama 38 hari. Meski termasuk cepat dan dimudahkan, dia berharap waktu pengurusan ekspor dipersingkat. Kurang dari 38 hari.

BACA JUGA: Mentan Amran Lepas Ekspor Manggis ke Tiongkok

Diakuinya proses itu menjadi lama karena harus berkoordinasi dengan pihak terkait di Tiongkok.

"Kami mohon kalau bisa kendorkan lagi standarnya, sehingga waktunya lebih cepat untuk ekspor. Jadi buah manggis yang kami ekspor lebih segar saat tiba di sana. Kami khawatir saingan manggis dengan di sana," imbuh Bayu.

BACA JUGA: Ukir Sejarah! Sumbar Ekspor 10 Ribu Ton Manggis ke Tiongkok

Bayu pun memastikan petani manggis di Sumatera Barat berkomitmen dengan bantuan dari Kementan ingin menjadikan provinsi tersebut sebagai penghasil manggis terbesar di Indonesia.

Apalagi saat ini eksportir sudah menandatangani kontrak dengan Tiongkok untuk ekspor manggis dari Sumbar sebanyak 10 ribu ton.

"Kami siap produksi manggis yang layak ekspor sebanyak 35 ribu ton, jadikan Padang pengekspor manggis terbesar," pungkas Bayu. (flo/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mentan: Luas Tambah Tanam Mencapai 1,5 Juta Hektare


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler