Empat Karyawan Freeport Tewas Terlindas Haul Truck

Senin, 29 September 2014 – 01:42 WIB

jpnn.com - TIMIKA - Keluarga Besar PT Freeport Indonesia (PTFI) dilanda duka. Sabtu (27/9) sekitar pukul 07.24 WIT terjadi kecelakaan di area PTFI, Gresberg.  

Kecelakaan terjadi antara Haul Truck 793-220 yang dikemudikan Jhon Worisio dengan Mobil LV 01 2740R, yang dikemudikan Kamarudin dengan membawa 8 orang.

BACA JUGA: Diduga Patah Hati, Cewek SMA Nyaris Loncat Jembatan

Insiden tersebut menyebabkan empat penumpang Mobil LV 01 2740R, masing-masing Luther Patanggi, Simon Seba, Richardo Tomasila asal Ambon dan Nursiyo meninggal dunia. Sementara lima korban selamat lainnya adalah Komarudin Poleng, Andreas Robert Rahawarin, Thomas Pieter Silooy asal Ambon, Billy Anggresu asal Manokwari dan Irianto.

Juru Bicara Kepolisian Daerah (Polda) Papua Komisaris Besar Polisi (Kombes pol) Pudjo Sulistyo Hartono saat dikonfirmasi Radar Timika (Grup JPNN), Sabtu (27/9) lalu membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata Kabid Humas, kecelakaan terjadi di pertigaan depan Kantor Surabaya Grasberg, antara mobil haul truk Caterpillar tipe 785 nomor 220 dikemudikan John W, ID 899625 menabrak mobil Toyota LV no Lambung 01 2740 R yang ditumpangi 9 orang termasuk pengemudi. 
 
Akibat dari kecelakaan tersebut,  4 penumpang yang adalah karyawan tewas, sedangkan lima orang lainnya selamat. "Empat penumpang mobil tewas, lima selamat. Tapi dua di antaranya dalam kondisi kritis dan masih dalam perawatan," ujarnya. 

BACA JUGA: Petugas Bandara Diduga Curi Handphone Penumpang

Pudjo menambahkan, kecelakaan terjadi di jalur lalu lintas kendaraan perusahaan di sekitar Gresberg, dan kemarin kepolisian Sektor Tembagapura sudah melakukan olah TKP. Semua korban kecelakaan sudah dievakuasi. Sementara aparat kepolisian Polsek Tembagapura dibackup Polres Mimika, sudah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara, "Olah TKP sudah dilakukan oleh Polsek Tembagapura dibantu Polres Mimika,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara (VP Corporate Communication) PT Freeport Indonesia, Daisy Primayanti dalam press releasenya mengatakan, kecelakaan terjadi pukul 07.24 WIT, di areal Gresberg. 

BACA JUGA: Fransen Siahaan Pimpin Kodam XVII/Cenderawasih

"Terjadi kecelakaan tambang yang melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi jenis Toyota yang berisi 8 orang penumpang dan satu orang pengendara, dengan satu unit Haul Truck (Truk Tambang CAT 785) yang dikendarai satu orang operator, di lokasi jalan Tambang Terbuka Gresberg PT Freeport Indonesia (PTFI)," kata Daisy.

Tim Tanggap Darurat Gresberg Mine Rescue bersama dengan Kepolisian, kata Daisy langsung diterjunkan untuk memberikan pertolongan dan melakukan proses evakuasi. Dari 9 orang yang berada di kendaraan ringan tersebut sebanyak 5 orang pekerja tambang telah diselamatkan dan dievakuasi, sementara 4 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Demi keselamatan kerja, tambah Daisy untuk sementara aktivitas di tambang terbuka Gresberg dihentikan dan sedang dilakukan upaya konsolidasi dan proses investigasi terkait insiden tersebut. 

Dikatakan Daisy, PTFI telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keluarga besar PT Freeport Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Daisy dalam press release yang diterima Radar Timika,  Minggu (28/9) malam menyebutkan, dua karyawan selamat telah diperbolehkan menjalankan perawatan jalan. Sedangkan 3 korban lainnya masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tembagapura. Sementara itu, dua jenazah korban, yakni Richardo Tomasila dan Nursiyo telah diterbangkan kepada keluarganya di Surabaya dan Ambon, Maluku, menggunakan pesawat Airfast Indonesia. Dua jenazah korban lainnya, masing-masing Luther Patanggi dan Simon Seba akan diterbangkan ke keluarga mereka di Makassar hari ini, Senin (29/9). 

Sementara ini, semua aktivitas di Tambang Terbuka Grasberg akan berfokus pada perawatan tambang, sampai nanti PTFI menyelesaikan sosialisasi tentang kejadian ini kepada para karyawan Tambang Terbuka Grasberg sebagai bagian dari prosedur perusahaan. "Keselamatan merupakan prioritas PTFI dan kami akan bekerjasama penuh dengan perwakilan dari Kementrian ESDM untuk menemukan penyebab kecelakaan tersebut," tutur Daisy. (lrk/rex)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Biar Miskin Asal Merdeka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler