Empat Kecamatan Disapu Banjir

Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Kamis, 08 Maret 2012 – 04:06 WIB

BUOL - Sedikitnya empat kecamatan di Kabupaten Buol disapu banjir bandang, setelah hujan deras tiga hari berturut-turut melanda kabupaten paling Utara Sulteng itu.  Satu desa di Kecamatan Bukal dilanda tanah longsor, dan akses jalan di Kecamatan Paleleh di beberapa titik rawan terjadi longsoran, namun masih bisa dilewati kendaraan roda empat yang melayani trayek Buol Gorontalo dan Manado.

Akibat terjadinya bencana banjir di empat kecamatan, terutama di Kecamatan Bukal 13 desa disapu banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol telah memberikan tanggap daruratnya, dan telah mengevakuasi para warga ke tempat yang aman. Data Pemkab Buol melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, empat kecamatan yang ditimpa bencana adalah Kecamatan Bukal, Kecamatan Bokat, Kecamatan Bunobogu dan Kecamatan Paleleh.

“Laporan yang masuk dari kecamatan-kecamatan yang tertimpa bencana ada empat kecamatan, yaitu Bukal, Bokat, Bunobogu dan Paleleh, “kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buol, Drs Abd Hamid Lakuntu MSi, kepada Radar Sulteng di lokasi bencana.

Dipimpin Bupati Buol H Amran Batalipu SE MM, unsur Dinas Sosial bersama BPBD, Dinas Kesehatan, dan para Camat yang wilayahnya terkena banjir, telah mengunjungi dan melihat dari dekat kawasan banjir dan para korban beserta keluarganya, secara langsung menyerahkan bantuan kepada para korban yang saat ini ditampung di Posko banjir yang di pustakan di Desa Bungkudu Kecamatan Bukal.

Menurut Kadis Sosial, Hamid Lakuntu, bantuan yang diberikan bupati berupa beras masing-masing lokasi bencana dua karung beras, puluhan dos super mie dan mie goreng, pilihan kantong pakaian hangat bayi, serta obat-obatan yang saat ini sangat dibutuhkan warga. Dari lokasi kemarin, belum ada keluhan warga yang terkena penyakit. Akan tetapi tim kesehatan tetap meawaspadai dampak buruk yang akan timbul, semisal gejala penyakit gatal-gatal dan diare. Karena itu tim kesehatan telah membagi-bagikan obat-obatan untuk penyakit gatal dan diare.

Sejak pagi hingga tengah malam Senin kemarin, tim tanggap darurat Pemkab Buol yang dipimpin H Amran Batalipu terus mengunjungi para korban dan wilayah-wilayah di lokasi banjir. Termasuk mengunjungi wilayah tanah longsor di Desa Mopu (tujuh rumah longsor) Kecamatan Bukal, dan permukiman warga yang tergolong perumahan mereka langganan banjir tahunan.

Ke 13 desa di Kecamatan Bukal yang terkena banjir, dan dikunjungi tim yakni Desa Mulat (50 KK tertimpa bencana dan telah dievakuasi), Desa Mopu (115 KK), Desa Unone (62 KK), Desa Potangoan (60 KK), Desa Bungkudu (120 KK), Desa Biau (90 KK), Desa Diat (15 KK), Desa Winangun (25 KK), Desa Yugut (14 KK), Desa Rantemaranu (25 KK), Desa Mooyong (30 KK), Desa Modo (25 KK), dan Desa Bukal (47 KK).

Sejauh ini, meski sudah didata jumlah korban bencana, tetapi jumlah kerugian material (harta benda) belum dihitung oleh tim. Karena tim masih fokus pada pemberian bantuan hingga banjir reda (turun). Selasa (6/3) kemarin, tim menyusuri Kecamatan Bunobogu dimana titik terparah berada di Desa Lonu, puluhan rumah warga tergenang banjir, dan mengancam pula ratusan hektar sawah milik warga. “Data yang ada pada kami ratusan hektar sawah milik masyarakat Bunobogu, yang berada di lokasi persawahan di Desa Lonu terancam gagal panen, karena direndam banjir, “ungkap Kades Lonu Hamzah Timumun.

Demikian pula yang berada di Kecamatan Paleleh dan Bokat, juga mengalami hal yang sama. Di Paleleh, akses jalan yang menjadi pintu keluar masuk menuju Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara sedikit terganggu, walau tidak putus tetapi mengalami hambatan. Seperti yang disampaikan oleh beberapa orang sopir rental yang sempat melintas di jalan raya Paleleh. Sedangkan di Kecamatan Bokat, ada tiga desa yaitu Desa Duamayo, Desa Tayadun dan Desa Bokat sangat parah banjirnya. Pemkab telah menangani warga dan telah menyalurkan bantuannya, yakni membangun dapur umum darurat, memberikan beras, ikan kaleng, super mie dan mie goreng, obat-obatan, juga pakaian hangat untuk bayi.(mch)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Riau Usulkan 8.000 Honorer Jadi CPNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler