Entrepreneur Indonesia Diajak Ikut Bersaing di CMA

Rabu, 18 Oktober 2017 – 21:21 WIB
Andi Ikhwan, Indonesia Agriculture and Financial Services Program Director, Mercy Corps Indonesia. Foto: istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan momentum untuk bisa memunculkan berbagai potensi di sumber daya alam, SDM, maupun bidang kreatif.

Oleh karena itu, pemerintah melalui lembaga seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, dan lembaga lain tengah memperkuat sektor riil melalui dukungan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

BACA JUGA: Citi Indonesia Bidik Rp 10 Triliun dari Citigold

Sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para pengusaha mikro, Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) yang diinisiasi oleh Citi Indonesia akan kembali digelar di periode 2017-2018.

Acara yang telah memasuki tahun ke-13 ini merupakan inisiatif dan program unggulan Citi yang didanai Citi Foundation.

BACA JUGA: Citi Indonesia-Mercy Corps Dorong Petani dan Pengusaha Mikro Kecil

CMA akan dilaksanakan di 30 negara, termasuk Indonesia. Selama periode penyelenggaraan CMA di Indonesia, ajang ini telah menarik lebih dari 6.000 pengusaha mikro serta telah memberikan penghargaan ke 120 pengusaha mikro Indonesia.

Pendaftaran CMA 2017-2018 mulai dibuka sejak September 2017 hingga November 2017.

Dari target 800 pendaftar, akan diseleksi 50 semi-finalis pengusaha mikro yang akan disurvei langsung oleh panitia.

Dalam survei tersebut para semi-finalis akan diberi penilaian dan diseleksi menjadi 20 finalis yang akan diundang dalam boot camp pada Maret 2018.

Selama boot camp, para peserta akan diberikan pelatihan dan pendidikan dari para ahli yang bermanfaat untuk mengembangkan usahanya.

Selain itu, mereka juga akan diminta melakukan presentasi mengenai usahanya dan diberikan penilaian oleh panel juri.

Acara boot camp kemudian akan langsung diikuti dengan acara pengumuman dan penganugerahan pemenang CMA 2017-2018.

Sebagai bagian untuk menjaring pengusaha mikro potensial dari seluruh Indonesia, CMA 2017-2018 juga membuat serangkaian kegiatan yang dinamai Road to CMA 2017-2018.

Tujuan acara Road to CMA 2017-2018 adalah untuk memberikan kesempatan luas bagi pengusaha mikro untuk mengikuti ajang berskala internasional ini.

Peserta juga akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat baik bagi pelaku usaha mikro maupun Lembaga Keuangan Mikro.

“Citi Indonesia percaya bahwa kemandirian wirausahawan selalu berawal dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Kami yakin bahwa semakin banyak masyarakat yang berani dan siap berwirausaha yang dimulai dari skala mikro, maka semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat," ujar Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki

Menurutnya, Citi Microentrepreneurship Awards bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pentingnya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro.

"Ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI)," imbuhnya.

Sementara itu, Andi Ikhwan, Indonesia Agriculture and Financial Services Program Director, Mercy Corps Indonesia berharap workshop kegiatan ini bisa menarik minat para pengusaha mikro di Yogyakarta untuk dapat berpartisipasi dalam ajang tahunan CMA ini.

Penghargaan CMA 2017-2018 diberikan kepada para pemenang yang terbagi ke dalam lima kategori.

Yaitu Green Microentrepreneur, Agriculture Microentrepreneur, Service and Culinary Microentrepreneur, Fishery Microentrepreneur, dan Arts and Creative Design Microentrepreneur.

Selain itu terdapat pula tiga penghargaan khusus yang akan diberikan, yaitu Young Microentrepreneur, Microentrepreneur of the Year, dan Best Woman Microentrepreneur.

Serta satu penghargaan apresiasi untuk Lembaga Keuangan Mikro Terbaik.

Proses penjurian CMA dilakukan oleh dewan juri dari berbagai latar belakang, yaitu dari kalangan akademisi, perbankan, media, pengusaha, serta pemerintah.

Ada pun syarat untuk mengikuti kompetisi CMA 2017-2018 adalah pengusaha mikro yang merupakan nasabah/ anggota sebuah LKM dan bukan merupakan finalis dari pelaksanaan CMA sebelumnya.

Selain itu, peserta harus Warga Negara Indonesia dan telah berusia di atas 18 tahun.

Peserta harus telah menjalankan usahanya minimal selama 2 tahun dan usaha yang didaftarkan merupakan sumber pemasukan utama.

Selanjutnya, nilai aset usaha maksimal Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan) serta total penjualan atau omzet tahunan usaha tersebut maksimal Rp 300 juta, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pengusaha mikro maupun Lembaga Keuangan Mikro yang ingin mendaftarkan nasabahnya/anggotanya untuk ikut dalam Citi Microentrepreneurship Awards 2017-2018, pendaftaran dapat dilakukan secara online di https://cmaindonesia.id/daftar. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler