Era Gibran: Kilas Balik Pertumbuhan Ekonomi Kota Solo

Oleh: Ahmad Hujaeri

Minggu, 24 Desember 2023 – 19:06 WIB
Mahasiswa Pascasarjana UIN SMH Banten Ahmad Hujeri menyoroti dinamika perekonomian Kota Solo di masa kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka. Foto: dok pribadi for jpnn

jpnn.com - Pertumbuhan ekonomi di kota-kota seperti Solo tidak hanya menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan yang mendesak.

Solo, sebagai pusat budaya dan ekonomi di Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

BACA JUGA: TKN Sebut Skor Gibran Lampaui Paslon Lain di Debat Cawapres

Namun, untuk merealisasikan potensi ini, diperlukan perencanaan strategis yang kuat dan implementasi kebijakan yang tepat guna.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil di Solo adalah kunci bagi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya, yang mencakup peningkatan lapangan kerja, pelayanan kesehatan, dan pendidikan yang berkualitas, serta penguatan infrastruktur sosial.

BACA JUGA: Gibran si Nepo Baby

Menurut McConnell dan Brue (2016), pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan standar hidup masyarakat.

Ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan hanya tentang angka statistik semata, melainkan juga tentang kesejahteraan sosial.

BACA JUGA: Ditanya soal Dinasti, Kaesang Sebut Gibran Lebih Hebat dari Jokowi

Pertumbuhan ekonomi yang merata dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di antara berbagai lapisan masyarakat.

Dalam konteks ini, Stiglitz (2012) menyoroti pentingnya kebijakan inklusi sosial, memberikan kesempatan kepada kelompok rentan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi.

Mengembangkan pertumbuhan ekonomi di Solo memerlukan kerjasama erat antara pemerintah dan sektor swasta.

Ostrom (1990) menekankan pentingnya kerjasama strategis dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam penyediaan infrastruktur yang handal, kebijakan pendukung investasi, dan penciptaan lingkungan bisnis yang kondusif.

Investasi dalam infrastruktur terintegrasi menjadi langkah krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Solo.

Aschauer (1989) menunjukkan bahwa infrastruktur yang berkualitas tinggi dapat memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hal ini mencakup pembangunan transportasi yang efisien, teknologi informasi yang canggih, dan pengembangan ruang publik yang ramah lingkungan.

Mendorong pertumbuhan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga menjadi pilar penting dalam laju perekonomian di Solo.

Acs dan Audretsch (1990) menyoroti peran penting UKM dalam inovasi dan penciptaan lapangan kerja.

Dukungan kepada UKM melalui akses ke modal, pelatihan, dan peluang pasar dapat memperkuat kontribusi sektor ini dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, pendidikan yang berkualitas dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fondasi yang tak tergantikan dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten.

Heckman dan Masterov (2007) menegaskan bahwa investasi pada pendidikan anak-anak dan pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja dewasa akan memberikan hasil jangka panjang yang besar dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi di Kota Solo bukanlah sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan yang membutuhkan perencanaan dan tindakan nyata. 

Dengan mempertimbangkan teori-teori ekonomi yang relevan dan mengimplementasikan langkah-langkah strategis yang didukung oleh kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Solo dapat meraih pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat yang merata bagi seluruh warganya.

Kepemimpinan Gibran di Solo, meskipun baru dan relatif singkat, telah menunjukkan langkah-langkah penting dalam pertumbuhan ekonomi hanya dalam dua tahun.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam lanskap ekonomi kota selama masa jabatannya sebagai wali kota.

Dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sejak 2016, mencapai puncaknya pada tahun 2019 dengan 5,78%, kemudian terkendala pada 2020 akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan pertumbuhan menjadi -1,76%.

Namun, setelah Gibran menjabat, pertumbuhan ekonomi segera pulih dan bahkan mencatat lonjakan signifikan hingga 6,25% pada 2022, melebihi kinerja tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah sektor, seperti transportasi dan pergudangan, mencatat pertumbuhan yang luar biasa, sementara kontribusi sektor konstruksi menjadi dominan dalam struktur ekonomi Solo.

Tantangan terbesar saat ini adalah mengelola inflasi yang cenderung fluktuatif di bawah kepemimpinan Gibran, yang memerlukan kebijakan yang hati-hati untuk menjaga stabilitas harga dalam rangka memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Penulis Adalah Mahasiswa Pascasarjana UIN SMH Banten

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler