Erdogan Kembali Ubah Bekas Gereja Romawi Jadi Masjid

Sabtu, 22 Agustus 2020 – 05:55 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan istri, Emine Erdogan, berpose di Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, 23 Juli 2020. Foto: ANTARA FOTO/Murat Cetinmuhurdar/PPO/Handout via REUTERS/aww

jpnn.com, ISTANBUL - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengubah gereja Chora, salah satu bangunan Kekaisaran Bizantium yang paling terkenal di Istanbul, menjadi sebuah masjid. Tindakan hampir serupa dilakukannya sekitar sebulan lalu terhadap Hagia Sophia.

Gereja abad pertengahan itu dibangun di dekat tembok Konstatinopel dan dihiasi mozaik serta lukisan dinding Bizantium abad ke-14 yang memperlihatkan bagian dari kisah alkitab.

BACA JUGA: Uni Emirat Arab Intim dengan Israel, Erdogan: Kami Tidak Akan Biarkan Palestina Kalah

Hiasan tersebut ditutup setelah Istanbul ditaklukkan oleh Muslim Ottoman pada 1453. Seperti Hagia Sophia, gereja Chora berfungsi sebagai masjid selama massa Ottoman.

Pemerintah Republik Turki yang berkuasa setelah runtuhnya Ottoman mengubah gereja Chora jadi sebuah museum dan membuka kembali semua relief-reliefnya.

BACA JUGA: Ada Kandidat Anti-Erdogan di Pilpres AS, Turki Sewot

Erdogan, yang Partai AK pimpinannya telah mengakar dalam politik Islam, memposisikan dirinya sebagai pemimpin Muslim Turki yang taat. Pada bulan lalu, ia membaur dengan puluhan ribu jemaah lainnya dalam melaksanakan solat Jumat pertama di Hagia Sohia selama 86 tahun.

Langkah Erdogan menuai kecaman keras dari para pemimpin gereja dan sejumlah negara Barat, yang menyebutkan bahwa mengalih fungsikan Hagia Sophia secara eksklusif bagi umat Muslim berisiko memperparah perpecahan agama.

BACA JUGA: Erdogan Ancam Tenggelamkan Kapal Yunani di Laut Mediterania

Tahun lalu pengadilan Turki membatalkan keputusan pemerintah tahun 1945 yang mengubah Chora, yang dikenal sebagai Kariye dalam bahasa Turki, menjadi sebuah museum yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan.

Pada Jumat (21/8), sebuah dekret yang ditandatangani oleh Erdogan dan dipublikasi di surat kabar resmi Turki menyatakan manajemen Masjid Kariye dialihkan ke Direktorat Urusan Agama, dan (masjid itu) terbuka untuk beribadah.

Dekret Erdogan pada Jumat tidak menyebutkan kapan solat pertama akan digelar di Chora, atau perubahan apa yang akan dilakukan terhadap karya seni Kristen di tempat tersebut.


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler