Erick Thohir: BUMN Siap Perkuat Industrialisasi Pangan

Rabu, 01 Februari 2023 – 20:55 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap mengoptimalisasi industri dan kerja sama di sektor pangan demi kedaulatan pangan Indonesia.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, kementerian juga sudah mulai secara aktif mengajak kerja sama demi mengamankan pasokan bahan–bahan pangan utama.

BACA JUGA: Erick Thohir Menyita Banyak Perhatian Parpol di Pilpres 2024

Salah satu contohnya membuat kerja sama yang berkaitan dengan program–program mengurangi stunting di Indonesia, antara lain investasi di industri sapi, baik industri pengolahan daging maupun produksi susu.

Khusus pengembangan industri susu menjadi salah satu yang krusial, mengingat 80 persen dari total konsumsi susu nasional bersumber dari impor. Langkah konkret yang dilakukan Erick antara lain melakukan pembicaraan dengan perusahaan susu Belanda, Frisian Flag.

BACA JUGA: Santri Dukung Ganjar Beri Hadrah untuk Majelis Taklim di Jaksel

“Ini yang harus kami intervensi. Salah satunya bagaimana kami kerja sama untuk melihat cattle, bisnis industri sapi, baik daging maupun susu,” ujar Erick seusai menghadiri Mandiri Investment Forum (MIF) di Jakarta, Rabu (1/2).

Dia mengatakan saat melawat ke Belanda, Frisian Flag ingin investasi 8.000–12.000 sapi. Menurutnya, hal tersebut harus didorong agar kedaulatan pangan bisa tercapai.

BACA JUGA: Tas dan Dompet Kulit Produksi UMKM Binaan SIG Diminati Warga Asing

“Jadi kedaulatan pangan pun harus dipikirkan," tutur Erick.

Dia mengatakan salah satu tugas BUMN saat ini adalah mewujudkan hal tersebut agar industri pangan nasional makin kuat.

"Industrialisasi untuk pangan dan turunannya itu perlu dipastikan karena penduduk kita 270 juta atau 280 juta, artinya makin banyak memerlukan ketahanan pangan, seperti susu, daging masih impor, terus kita mesti diamkan? Tidak," serunya.

Oleh karena itu, BUMN terus bergerak mencari kemitraan dengan produsen luar negeri seperti perusahaan pangan asal Qatar, Baladna Farm dan Frisian Flag dari Belanda.

Erick menyampaikan kedua perusahaan itu sangat antusias bekerja sama dengan Indonesia. Terlebih, pendapatan usaha terbesar Frisian Flag berasal dari market Indonesia.

"Susu kan 80 persen impor, artinya kalau bisa kita tekan impor jadi produksi di sini kan bagus, toh Frisian Flag marketnya juga di sini," sebutnya.

Pola kerja sama nantinya tak hanya melibatkan BUMN, melainkan juga menggandeng para peternak dan juga private sector. Erick menyebut hal ini bagian dalam penguatan ekosistem pangan nasional.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler