Erupsi Gunung Semeru Bikin Harga Cabai di Solo Naik Jadi Sebegini, Alamak

Selasa, 14 Desember 2021 – 17:33 WIB
Seorang pedagang cabai Pasar Legi Solo, Kati Budiman (50) sedang mengaduk Cabai Rawit Merah, Selasa (14/12) siang. Foto: Romensy Augustino/jpnn.com

jpnn.com, SURAKARTA - Erupsi Gunung Semeru Jawa Timur, yang terjadi beberapa waktu lalu berimbas pada naiknya harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Surakarta.

Pantauan JPNN.com di Pasar Legi Solo, Selasa (14/12) siang, harga cabai rawit merah mencapai Rp 78 ribu per Kg.

BACA JUGA: Pigeon Natural Botanical Baby, Merawat Kulit Bayi dengan Bahan Alami

Harga tersebut meningkat Rp 28 ribu, dibanding dengan enam hari sebelumnya atau pada, Rabu (8/12), yang hanya mencapai Rp 55 ribu per Kg.

“Banyak yang membutuhkan, pasokan barang sedikit dan kualitasnya buruk,” ungkap salah seorang pedagang cabai Pasar Legi Solo, Kati Budiman (50) saat diwawancarai JPNN.com.

BACA JUGA: PTPN Group Menggelar Apel Siaga Planters Nusantara

Menurutnya, pascaGunung Semeru, erupsi pengiriman cabai dari Lumajang terhenti.

Perempuan asal Wonogiri itu hanya mengandalakan pasokan cabai dari Banyuwangi, Jawa Timur dan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Jelang Nataru Harga Cabai Tembus Rp 74 Ribu per Kilogram

“Cabai Rawit Merah itu setiap hari naik Rp 5.000. Paling sampai Rp 100.000,” paparnya.

Berdasarkan catatan pihak pengelola Pasar Legi Solo, khususnya untuk komoditas cabai, hanya Cabai Rawit Merah yang mengalami kenaikan signifikan.

Harga Cabai Merah Besar justru mengalami penurunan harga sebesar Rp. 5.000, dibanding enam hari lalu yang mencapai Rp 35.000.

Selaras dengan Kati, Lurah Pasar Legi Solo Nur Rahmadi menuturkan adanya erupsi Gunung Semeru berimbas pada kenaikan harga cabai.

Selain itu, masuknya musim penghujan juga berpengaruh pada pasokan cabai ke Pasar Legi.

“Produsen cabai sekitar Gunung Semeru banyak yang gagal panen,” ungkapnya Senin, (14/12) malam.

Mendekati Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Nur memprediksi akan terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti, beras, gula dan minyak goreng, meski tidak signifikan.

“Kalau jadi penerapan PPKM Nataru kemungkinan harga bisa stabil. Kalau event perayaan diizinkan kemungkinan ada kenaikan tapi tidak signifikan,” tutur Nur.(mcr21/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Yessy
Reporter : Romensy Augustino

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler