Ethereum Segera Berevolusi, Sejarah Besar Bagi Keuangan Digital

Sabtu, 07 November 2020 – 13:44 WIB
Ilustrasi mata uang kripto atau cryptocurrency. Foto: Philippe Lopez/AFP

jpnn.com, JAKARTA - Aset kripto terpopuler setelah bitcoin, Ethereum akan berevolusi menjadi Ethereum 2.0. Ini merupakan sejarah besar bagi dunia cryptocurrency dan blockchain, bahkan dunia keuangan digital.

Jika tidak ada hambatan, transformasi Ethereum 2.0 akan masuk ke fase pertama pada Desember 2020, sesuai yang diberitakan oleh media-media di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Bangun Infrastruktur Blockchain di Indonesia, INDODAX Siapkan Divisi Khusus

CTO Indodax William Sutanto mengatakan, Ethereum menjadi tempat landasan untuk hampir seluruh aset kripto yang bergerak di decentralized finance (DeFi).

Menurutnya, Ethereum 2.0 akan menghasilkan banyak lagi pemain DeFi karena jaringan Ethereum 2.0 mampu menampung lebih banyak dan efisien. Inilah mengapa Ethereum 2.0 akan menjadi sejarah penting bagi dunia cryptocurrency, blockchain, dan keuangan digital.

BACA JUGA: Tokocrypto Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

“Ethereum 2.0 akan menyelesaikan permasalahan yang selama ini terjadi di Ethereum, misalnya scalling dan gas fee yang mahal. Jadi, Ethereum 2.0 akan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menampung jumlah transaksi dalam aplikasi-aplikasi DeFi. Kemudian, pemain DeFi akan terus bermunculan,” kata William dalam keterangan tertulisnya.

Dia menjelaskan, teknologi DeFi yang dibenamkan di jaringan Ethereum merupakan sistem keuangan baru yang akan menyelesaikan permasalahan keuangan konvensional selama ini.

BACA JUGA: Video Mirip Gisel Berdurasi 19 Detik Beredar, Tagar Kasian Gempi Ramai Diperbincangkan

Meski saat ini hanya digemari oleh pegiat blockchain atau cryptocurrency saja, DeFi juga akan merambah dunia finansial lebih luas lagi.

“DeFi merupakan sistem keuangan terbuka dimana para developer bisa mengembangkan logika keuangan ke dalam blockchain. DeFi dirancang untuk memecahkan masalah industri keuangan konvensional yang tertutup dan sangat tersentralisasi. Salah satunya, dengan memanfaatkan teknologi ini maka semua transaksi bisa dilakukan tanpa melibatkan oknum yang bisa saja bertindak curang terhadap aset nasabahnya. DeFi memungkinkan setiap nasabah memiliki kendali penuh terhadap aset yang dimilikinya,” jelasnya. 

Evolusi Ethereum 2.0 diprediksi akan mendorong kenaikan harga  koin Ether (ETH).

“Nantinya, bisa saja permintaan ETH meningkat sehingga harga ETH bisa saja naik secara drastis. Ini bisa juga mempengaruhi harga aset kripto lain karena orang-orang juga akan semakin paham kepada bitcoin, ETH, dan cryptocurrency lainnya,” sebutnya.

Seperti diketahui, harga ETH saat ini masih berada di level Rp5,8 juta di market Indodax.com. ETH di sepanjang tahun ini sudah meningkat lebih dari 200 persen. Pada awal 2020, harga ETH masih berada di level Rp1,8 juta.

ETH juga layak untuk dikoleksi mengingat besarnya fundamental dan utilitas aset kripto ini. Selain itu, aset kripto terpopuler bitcoin juga meningkat lebih dari 100 persen.

Kini, harga bitcoin masih bertahan di Rp208 juta. Pada awal 2020, bitcoin hanya berada pada level Rp99 juta.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler