Fahri Hamzah: Indonesia Timur Harus Masuk Agenda Trans Pacific Partnership

Senin, 02 November 2015 – 17:00 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyatakan jaminan terhadap kemajuan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia harus menjadi salah satu agenda dalam perjanjian Trans Pacific Partnership (TPP) yang sedang dijajaki pemerintah Indonesia.

“Kita harus berani memasukkan klausul perjanjian dalam Trans Pacific Partnership, dengan meletakkan pusat kemajuan di Kawasan Timur Indonesia yang merupakan bagian dari desain kerja sama perdagangan International abad 21,” kata Fahri Hamzah dalam rilisnya dari Biak, Senin (2/11).

BACA JUGA: Kemudahan Berbisnis di Indonesia Masih Jelek

Kalau klausal tersebut ditolak dari sejumlah perjanjian TPP, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai TPP hanya akan jadi perjanjian dagang tanpa kesetaraan.

“Kalau Kawasan Timur Indonesia tidak dapat manfaat sosial ekonomi dari perjanjian TPP, ya itu perjanjian kejam namanya," tegas Fahri Hamzah.

BACA JUGA: Galak Banget! Menteri Jonan Ancam Dirut Angkasa Pura II

Selain itu, wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mendesak pemerintah segera mengembalikan fungsi kota, pelabuhan, dan bandara di KTI menjadi destinasi yang strategis dan maju yang pada gilirannya Biak akan menjadi pusat metropolitan di timur.

“Kalau Kota Biak sudah jadi pusat metropolitan di timur, jarak Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pacific seperti Jepang dan Korea Selatan akan semakin dekat. Begitu juga dengan Amerika Serikat melalui Honolulu, lalu terbang ke Los Angeles. Itu hanya memakan waktu 10-12 jam,” ungkap Fahri.(fas/jpnn)

BACA JUGA: Kemenkeu Tahan Penyaluran 20 Persen Dana Desa, Ada Apa?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertama Kali Lion Punya Airbus, Begini Komentar Jonan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler