Fahri Hamzah Sebut Ketum Parpol di KIB Seperti Orang Bingung, Dave Golkar Merespons

Rabu, 08 Juni 2022 – 16:24 WIB
Politikus Partai Golkar Dave Laksono. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah yang menyebut ketum parpol di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) seperti orang bingung.

Dave yang kini menjadi legislator Komisi I DPR RI itu mengaku heran ketika Fahri Hamzah menyebut tidak ada koalisi partai dalam sistem presidensial.

BACA JUGA: Baidowi PPP Tanggapi Kritik Fahri Hamzah Kepada Para Ketum KIB, Menohok

Menurut dia, Fahri seperti lupa sejarah ketika dahulu masih menjadi kader PKS.

Saat itu, kata Dave, parpol yang terbentuk pada 1998 itu juga bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu meskipun Indonesia menerapkan sistem presidensial.

BACA JUGA: Sindir Ketum Parpol di KIB, Fahri Hamzah Sebut Orang Bingung

"Jadi, semestinya beliau memahami dan pernah mengikuti apa itu koalisi dalam pemerintahan," kata Dave melalui layanan pesan, Rabu (8/6)

Lebih lanjut, Dave menyatakan lebih fokus menyosialisasikan capres yang diusung partainya untuk meraih kemenangan pada Pilpres 2024. 

BACA JUGA: Fahri Sindir KIB, Awiek PPP: Dia Mengigau, Mungkin Stres

"Saya lebih baik fokus terus menyosialisasikan capres kami, menuju kemenangan di pemilu yang akan datang," kata Dave.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyindir pembentukan KIB oleh tiga parpol, yaitu Golkar, PAN, dan PPP.

"Ini orang-orang bingung," kata Fahri ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6).

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu siap menguliahi para ketum parpol dari KIB apabila mereka tidak terima disindir sebagai orang-orang bingung.

"Coba panggil semua Ketum KIB itu, saya kasih tahu, enggak ada itu namanya koalisi, salah berpikirnya, ini keliru," kata Fahri.

Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) itu kemudian mengatakan Indonesia sebenarnya menerapkan sistem presidensial dalam berdemokrasi.

Dalam sistem itu, kata dia, partai politik tidak mengenal koalisi seperti lazim terjadi dalam sistem parlementer.

"Kalau parlementer ada koalisi, pembentukan koalisi itu identik dengan pembentukan the rulling majority dalam parlementer," kata Fahri.(ast/jpnn)


Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler