Fakta! Twitter di Tokyo Untuk Sarana Informasi, di Jakarta buat...

Minggu, 05 Juni 2016 – 22:11 WIB
Ilustrasi: pixabay

jpnn.com - JAKARTA -  Fakta unik terungkap dalam simposium internasional Jepang-Indonesia yang digelar Universitas Darma Persada, Jakarta, 3 dan 4 Juni kemarin.

Dalam sebuah makalah bertajuk “Interaksi Operator Kereta dan Pengguna Kereta melalui Twitter: Perbandingan antara Indonesia dan Jepang, yang merupakan hasil kajian peneliti Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Himawan Pratama, terungkap jelas perbedaan pengguna Twitter di Tokyo dengan di Jakarta.

BACA JUGA: Keren!! 6 Jurnalis Malaysia Promosikan Wonderful Indonesia di Sambas

Faktanya, dari penelitian terhadap penggunaan media sosial Twitter oleh operator kereta komuter di Tokyo dan Jakarta, ternyata di Tokyo lebih mencari informasi, sementara di Jakarta digunakan untuk ngobrol.

Pola interaksi tersebut dikaji Himawan, yang membandingkan penggunaan Twitter oleh Tokyo Metro dan PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) untuk berkomunikasi dengan penggunanya.

BACA JUGA: Mau Tahu Tas Termahal di Dunia? Ini Bentuknya

“Di Jepang penggunaan Twitter lebih diarahkan sebagai pusat informasi sehingga pola komunikasi berjalan searah dari perusahaan operator kereta ke pengguna. Sebaliknya, di Indonesia, Twitter dimanfaatkan sebagai media komunikasi interaktif yang bersifat dua arah, dari perusahaan operator kereta ke penggunanya, maupun sebaliknya,” papar Himawan dalam simposium yang dihadiri banyak peneliti Jepang dan Indonesia itu.

Untuk mendapat kesimpulan ini, Himawan membandingkan kualitas dan kuantitas Twitter yang diunggah kedua operator kereta di ibu kota kedua negara, maupun tanggapan cuitan (tweet) pengguna kereta komuter tersebut.

BACA JUGA: Hati-Hati Jika Kesemutan Lama, Bisa Jadi itu Tanda....

Dia juga meneliti gaya bahasa yang digunakan, tingkat formalitas, konten cuitan serta bagaimana operator merepresentasikan diri melalui Twitter milik kedua operator yang berupaya membina kedekatan dengan para penggunanya.

“Di Jakarta, bahasa tweet PT KCJ bergaya formal namun bersifat interaktif dan bersifat mulifungsi. Sementara tweet Tokyo Metro bergaya kasual namun bersifat hanya informasi dan menjadi media promosi,” simpulnya.

Sementara Rektor Universitas Darma Persada Dr. Dadang Solihin, mengharapkan acara ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian yang mengkaji isu-isu terkini tentang bahasa Indonesia dan Jepang yang menjadi unsur penting budaya kedua negara.

“Unsada sebagai trilingual campus, mengajarkan kepada semua mahasiswa tiga bahasa, Inggris, Jepang dan Indonesia. Konsep trilingual diharapkan dapat menyiapkan mahasiswa masuk ke era Masyarakat Ekonomi Asean,” tutur Dadang. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabar Baik! Pemilik Zodiak ini Diramalkan Dapat Rejeki Nomplok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler