Festival Borneo, Menjaga Soliditas Pariwisata Pulau Kalimantan

Menpar Arief Buka Rahasia Menangi Putri Pariwisata

Sabtu, 05 September 2015 – 06:40 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka Festival Borneo. FOTO: ist

jpnn.com - SAMARINDA – Ada yang menarik dari Festival Borneo yang dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya di Stadion Madya, Samarinda, Rabu (2/9) lalu. Di hadapan sekitar 5 ribu audience, mantan Dirut PT Telkom ini membocorkan rahasia yang paling dalam dari pemilihan Putri Pariwisata Indonesia tingkat nasional. 

“Saya buka ya? Tips-nya cukup 3B, untuk bisa tampil sebagai juara dan merebut mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2015 nanti,” ucap Arief Yahya, seusai mengalungkan selendang Putri Pariwisata Kalimantan Timur di sela-sela festival itu.
 
Apa 3B yang dimaksud Menpar? “B” yang pertama, beauty, cantik, menarik, itu sudah pasti. Ada juga yang menyebut charming. 
Seluruh finalis di ajang pemilihan Putri Pariwisata Kaltim ini sudah memenuhi kriteria itu. 

BACA JUGA: Oh, begini Tips Inneke Koesherawati Menutupi Wajah Pucat

“B” yang kedua adalah brain, kecerdasan, pintar, punya pemahaman yang cukup di bidang pariwisata. Ada juga yang menyebut “smart”. 

Dan, “B” yang ketiga adalah behavior yang acap disebut hospitable, budi pekerti, prinsip hidup yang berbudaya luhur. “Kalian akan diadu di tiga poin itu, siapkan segala kemampuan, semoga sukses,” kata Arief Yahya yang didampingi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak itu. 

BACA JUGA: 3 Tips Mengerjakan Tugas Tepat Waktu

Sesi pengumuman Putri Pariwisata Kaltim di Festival Borneo memang kelihatan bergairah. Masing-masing kandidat dari kabupaten-kota se-Kaltim diseleksi, hingga tinggal 10 besar. 

Mereka yang lolos di finalis itu pun banyak supporternya, sambil membawa poster nama dan nomor peserta. Mereka cukup beruntung, setela pemilihan Putra-Putri Solo bulan lalu, kali ini Menpar menyaksikan dan sekaligus memberi ucapan selamat secara langsung pada sang pemenang. 

BACA JUGA: Kenali Lima Penyebab Miss V Gatal

“Saya bangga, karena pasukan pariwisata kami semakin banyak, semakin berkualitas, dan semakin siap di persaingan global,” tandasnya. 

Arief Yahya juga mengapresiasi inisiatif dan ide Festival Borneo yang dilangsungkan 1-6 September ini. Menurutnya itu adalah  gagasan yang menyatukan spirit Pulau Borneo tampil kompak, bersama-sama, bersatu, untuk mendongkrak sektor pariwisata. 

Langkah transformasi ini sudah betul, menggenjot dunia pariwisata yang jauh lebih sustainable (berkelanjutan), renewable (bisa diperbaharui), dan berbasis pada kreativitas. 

“Borneo punya modal budaya yang kuat. Dan sekarang ditambah dengan persatuan, kekompakan yang solid, tampil bersama. Akan banyak persoalan yang bisa diselesaikan dengan mudah, kalau bersama-sama,” tutur jebolan S-2 di Surrey University, Inggris dan lulusan Doktor FE Unpad Bandung itu. 

Arief menambahkan, pariwisata itu dalam dua tahun terakhir 2013-2014 sudah masuk peringkat empat sebagai sector penyumbang devisa buat negara. 

Tiga besar yang teratas, oil and gas (minyak bumi dan gas), coal (batubara) dan kelapa sawit (CPO) cenderun turun dan faktanya, dari waktu ke waktu turun. Belum lagi harga minyak dunia yang anjlok hampir 60 persen dari harga sebelumnya? Batubara juga turun mengikuti minyak? Maka penambangan dan pengeboran, dua hal yang sudah kena harga turun, ditambah produksi rendah. 

“Hanya pariwisata yang paling masuk akal untuk naik dan terus meningkat sejalan dengan proyeksi,” kata penulis buku Paradox Marketing itu. 

Presiden Jokowi, kata Arief Yahya, sudah menegaskan bahwa pariwisata naik kelas menjadi sector unggulan tahun 2014-2019. 

Karena sector ini yang paling tahan akan krisis, paling mudah mengejar devisa, dan paling cepat prosesnya. “Sudah betul Pak Gubernur, jika Kaltim mentransformasi arah pembangunan dari yang tidak renewable, migas dan mineral, menjadi pariwisata. Kami juga terus mendukung pembangunan akses, perpanjangan landasan bandara, tol, yang membuat connectivity Kalimantan menjadi lebih lancer,” tutur Insinyur Tekni Elektro ITB Bandung itu. 

Agar lebih dikenal luas, apa yang terjadi dengan pariwisata di Kaltim, seperti festival-festival seperti ini, Kemenpar berkomitmen untuk mensupport dan mempromosikan. “Paling tidak, dalam tiga bulan ke depan, kami akan bantu promosi sekitar Rp 5M. Tahun 2016, paling tidak angkanya bisa tiga kali lipat dari yang sekarang,” ungkap  Arief Yahya.

Gubernur Awang Faroek Ishak melaporkan, festival Borneo ini menjadi tempat komunikasi antar dinas pariwisata se Kalimantan, diantaranya Kaltim, Kalteng, Kalsel, Kalbar dan Kaltara. Karena itu pelaksanaannya bisa bergantian di masing-masing provinsi. 

“Indonesia dan Kalimantan tidak bisa menghindar dari sistem perdagangan bebas di Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang akan dimulai Januari 2016 nanti. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus siap bersaing. Hanya sinergitas yang baik, yang bisa membuat kita sanggup bersaing di segala bidang,” kata Awang Faroek. 

Kalimantan, kata dia, memiliki potensi yang kuat. Punya pulau-pulau dengan pantai yang indah, pasir putih, air laut jernih, biota yang khas, ada ubur-ubur di danau tawar, ada rombongan ikan pari yang bersahabat, ada banyak kura-kura yang jinak di Derawan, Kakaban, Maratua, Sangalaki, dan sekitar Selat Karimata. “Kalimantan itu pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Greenland di Amerika Utara dan Papua di bagian paling timur Indonesia,” jelas dia. (don) 
 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Apakah Hobi Tingkatkan Kebahagiaan Anda?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler