Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis Umumkan Jadwal Tayang di Bioskop

Sabtu, 07 September 2024 – 09:09 WIB
Poster film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. Foto: Dok. Sinemaku Pictures

jpnn.com, JAKARTA - Film drama terbaru, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (BSSK) akhirnya mengumumkan jadwal tayang di bioskop.

Karya produksi Sinemaku Pictures dan Legacy Pictures itu bakal tayang mulai 17 Oktober 2024 di seluruh bioskop Indonesia.

BACA JUGA: Penampakan Prilly Latuconsina dan Dikta Dalam Poster Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

Selain mengumumkan jadwal tayang, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis juga baru saja merilis official poster.

Poster tersebut menampilkan Prilly Latuconsina bersama Dikta Wicaksono duduk bersama dengan ekspresi yang menyiratkan banyak makna.

BACA JUGA: Ini Daftar Pemain Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

Pada bagian belakang, tampak melingkar tujuh orang dari latar belakang berbeda-beda.

Selain Prilly Latuconsina dan Dikta, terlihat para ansambel yakni Ummi Quary, Kristo Immanuel, Widi Mulia, Surya Saputra, Dominique Sanda, Antonio Blanco Jr., dan Gracia JKT48.

BACA JUGA: Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Prilly Latuconsina Tampil Berbeda

Tidak hanya poster, official trailer Bolehkah Sekali Saja Kumenangis juga resmi diluncurkan.

Trailer menampilkan kisah Tari (Prilly Latuconsina) bersama sang ibu (Dominique Sanda), yang menghadapi situasi tidak
nyaman dari perlakuan abusive sang ayah (Surya Saputra).

Serentetan peristiwa yang tidak menyenangkan itu membuat Tari datang ke support group dan bertemu dengan teman-teman barunya, yang juga mengalami luka batin.

Pada momen itu pula, Tari berjumpa dengan Baskara (Dikta) yang menjadi temannya menghadapi berbagai trauma hidup.

Bolehkah Sekali Saja Kumenangis melibatkan jajaran produser eksekutif Yahni Damayanti, Prilly Latuconsina, Lisbeth Simarmata, Iman Usman, Futih Aljihadi, Indra Yudhistira dan Mieska Alia Farhana.

Sementara itu, Umay Shahab dan Imam Salimi duduk di kursi produser, serta Reka Wijaya sebagai sutradara.

"Melalui poster dan trailer, kami ingin memperlihatkan para karakter filmnya. Merekalah yang membawa cerita dalam film ini, yang satu sama lain dipertemukan dalam sebuah support group. Masing-masing dari karakter di film ini, memiliki luka batin dan konflik kehidupan mereka masing-masing," ungkap Umay Shahab.

Bolehkah Sekali Saja Kumenangis mengikuti kisah Tari (Prilly Latuconsina). Setelah kakaknya meninggalkan rumah, Tari, perempuan yang sejak kecil dipaksa untuk tidak menangis, berusaha menyelamatkan ibunya dari sang ayah yang abusive.

Sejak kecil, Tari tidak pernah mendapatkan kehangatan keluarga. Ayahnya abusive, sementara sang ibu menekannya untuk selalu tegar, sabar, menurut, dan tidak menangis saat kecewa.

Akibatnya Tari tumbuh menjadi sosok yang insecure, terbiasa berpura-pura baik-baik saja, selalu bilang ‘iya’ demi menghindari konflik, hingga tidak bisa menangis. Sementara ada trauma masa kecil yang belum selesai.

Tari yang sejak kecil menyimpan banyak sekali trauma, sudah tidak mampu menahan beban. Dia, ditemani Baskara, seorang pria temperamental yang juga bergabung di support group yang diikuti Tari. Mampukah Tari melewati Trauma yang dia punya dan tidak lagi menyimpan tangisnya sendiri?

"Melalui film ini, saya ingin memperlihatkan bagaimana perjalanan Tari untuk bisa menghadapi trauma, bersama orang-orang yang juga sama-sama terluka batinnya,” beber sutradara Reka Wijaya.

Prilly Latuconsina yang memerankan Tari menuturkan ada banyak perubahan yang dijalani untuk karakter dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis.

Selain menyelami tentang perasaan dan konflik yang dialami Tari, Prilly juga secara berani mengubah tampilan fisiknya.

“Mulai dari pasang behel sampai memunculkan jerawat di muka. Ini sebenarnya metode yang aku lakukan untuk memberikan perbedaan dari karakter-karakter yang pernah kuperankan sebelumnya," tutup Prilly Latuconsina. (ded/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Yondra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler