Fitur Panic Button GoJek Diapresiasi Komnas Perempuan

Kamis, 28 November 2019 – 08:32 WIB
Ilustrasi Gojek. Foto: Dedi Sofyan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Fitur panic button yang merupakan salah satu teknologi GoJek dalam hal keamanan dan keselamatan di jalan, mendapat apresiasi dari Komnas Perempuan. Keberadaan fitur tersebut dalam upaya menciptakan ruang publik yang aman, terutama bagi kaum perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus mengatakan, usaha preventif GoJek melalui edukasi tepat sasaran. "Budaya aman, pemahaman yang benar, itu kuncinya," kata Magdalena dalam diskusi bertema “Transportasi Umum yang Aman untuk Semua; Tanggung Jawab Siapa?” di kantor Komnas Perempuan, Jakarta.

BACA JUGA: Pernyataan Gojek Terkait Bom Medan

Penekanan program dan teknologi GoJek atas kekerasan seksual di jalan adalah tindakan preventif (pencegahan). ”Sudah bagus upaya-upaya yang dilakukan Gojek dalam perlindungan dan penanganan. Yang pasti upaya itu perlu diapresiasi,” ungkapnya.

Magdalena menambahkan, Panic Button merupakan bagian dari konteks pencegahan. ”Nah, dengan diskusi seperti ini kan akhirnya bisa saling memberikan ide dan masukan. Itu bagus karena saya pikir tidak ada yang statis. Selalu terjadi dinamika,” ujarnya.

BACA JUGA: Peradi dan Komnas Perempuan Desak DPR Sahkan RUU PKS

Senior Manager Corporate Affairs Gojek Alvita Chen menyatakan bahwa GoJek fokus pada upaya preventif melalui edukasi. ”Kami percaya diperlukan pemahaman yang menyeluruh agar masyarakat yang bermitra dengan Gojek dan masyarakat pada umumnya dapat bekerja bersama-sama untuk menciptakan ruang publik yang nyaman,” paparnya.

Pelatihan, salah satunya, dilakukan bekerja sama dengan Hollaback Jakarta dan perEMPUan untuk memahami berbagai jenis kekerasan seksual yang harus dihindari. ”Mitra kami diberi pembekalan sehingga memiliki pemahaman yang benar akan fakta-fakta seputar kekerasan seksual. Bahkan, mitra driver mampu mengintervensi secara aktif seandainya terjadi kekerasan di sekeliling mereka," tuturnya.

BACA JUGA: GoJek Siap Bantu Polisi Selidiki Pelaku Bom Bunuh Diri Berjaket Ojek Online

"Dengan berbagai edukasi dan pelatihan itu semakin banyak mitra driver yang turut serta menjadi duta anti kekerasan seksual. Bahkan menjadi pahlawan bagi yang membutuhkan,” sambung Vita, sapaan akrabnya. (mg7/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler