Fokus Bekerja Tanpa Pencitraan, Pak Prabowo Kok Santai Banget Menghadapi Pilpres 2024?

Selasa, 22 Juni 2021 – 11:30 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto di sela ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7). Foto-Foto dari Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, hingga kini belum terlihat melakukan manuver politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, meski elektabilitasnya cukup tinggi berdasarkan hasil sejumlah survei.

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno, menilai Prabowo masih terlihat fokus membantu Presiden Joko Widodo dengan tanggung jawabnya sebagai menhan dalam dua tahun terakhir dan cenderung enggan membicarakan tentang 2024.

BACA JUGA: Kode Satu Ember dalam Percakapan Orang Kepercayaan Edhy Prabowo, Oh Ternyata

"Totalitasnya bekerja sebagai menteri bukan untuk kepentingan politik elektoral meski hampir semua survei memenangkan Prabowo. Dalam banyak hal fokus dan totalitas kerja Prabowo ini bikin tenang karena kekhawatiran akan munculnya 'matahari kembar' tak pernah terjadi," ujar Adi saat dihubungi, Senin (21/6).

Prabowo bersikap demikian, menurut Adi, lantaran mafhum pilpres masih jauh. Karenanya, dia pun memilih tidak kasak-kusuk dan agresif berlebihan.

BACA JUGA: Komunitas Ini Dukung Jokowi-Prabowo 2024, Besok Resmikan Kantor

Apalagi, lanjut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu,  modal Prabowo sudah cukup untuk kembali tanding pada 2024.

"Posisinya sebagai Ketum Gerindra dan elektabilitas tertinggi tentunya bikin Prabowo cool saja menatap jalan panjang pencapresan. Sementara calon yang lain belum tentu punya kedua bekal itu," paparnya.

BACA JUGA: Begini Kalimat Ferdinand Merespons Wacana Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024

Adi mengatakan, popularitas Prabowo nyaris mentok sekitar 96%. Ini menunjukkan sosoknya telah dikenal masyarakat.

"Tanpa bermanuver pun publik sudah paham, bahwa Prabowo adalah capres potensial di 2024 yang saat ini elektabilitasnya teratas versi survei," ucapnya.

Dengan bekal itu, Adi berharap Prabowo bisa tetap fokus bekerja membantu Presiden Jokowi memastikan visi misi Presiden di bidang pertahanan bisa berjalan dengan baik sehingga ke depannya tidak ada perpecahan.

Bila tugas itu dijalankan dengan baik, maka demokrasi dan pembangunan ekonomi bisa berjalan aman.

"Sektor pertahanan kita dalam banyak hal perlu dibenahi," tandas Adi.

Nama Prabowo masuk papan atas sebagai bakal kandidat Pilpres 2024 dalam berbagai survei. Arus Survei Indonesia (ASI) yang dirilis 8 Juni lalu, misalnya, menyebutkan elektabilitas putra ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo itu tertinggi dengan 12,5%.

Pun demikian dengan riset LSI Denny JA yang dirilis 17 Juni, di mana Prabowo meraup 23,5% dan selisih 8% dengan pesaing terdekatnya, Ganjar Pranowo. Adapun versi Parameter Politik Indonesia yang dipublikasikan 5 Juni, mantan Pangkostrad ini berada di puncak dengan elektabilitas 22,3%. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler