Forum TBM Gelar Pameran Karya dan Pertunjukan Saat PKN 2023

Minggu, 29 Oktober 2023 – 21:04 WIB
Direktur Utama Perpustakaan Nasional Press didampingi oleh galeris melihat instalasi pameran pada acara Pekan Kebudayaan Nasional 2023. Foto: Humas Forum TBM

jpnn.com, JAKARTA - Forum TBM (Taman Bacaan Masyarakat) menyelenggarakan Pameran Karya dan Pertunjukan saat Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang berlangsung tanggal 20-29 November 2023.

Kegiatan tersebut terdiri atas “Pawon: Menyulam Kisah Perjalanan Bandung Purba Bersama Anak-Anak Rumah Baca Taman Sekar Bandung (Meita Meilita x TBM Rumah Baca Taman Sekar Bandung).

BACA JUGA: Sumbang 1000 Buku, Qatar Bersama Sejumlah TBM Gelar Kegiatan Literasi

Selain itu, Mainan Elektronika Berbahan Dasar Sampah Samudra (Indra Prahyogi x TBM Pustaka Kampung Impian Aceh).

Kemudian Intgation Multimedia Art Berfokus pada Penari Tiga Etnis Tionghoa, Dayak, Melayu (Arham Aryadi x TBM Fitrah Berkah Insani Pontianak), dan Nursery Rhymes Berbasis Budaya Kaili-Ledo (YPMAI x TBM Tata Vuri Palu).

BACA JUGA: Keluarga SMAN 8 Jakarta Menyenangkan Anak-anak TBM Bukit Duri Bercerita, Begini Caranya, Keren

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional. Forum TBM bertindak sebagai salah satu mitra kolabolator untuk kuratorial “Pendidikan yang Berkebudayaan”.

Ibe Karyanto selaku kurator Pekan Kebudayaan Nasional 2023, Jumat (27/20/2023) mengatakan dipilihnya Forum TBM sebagai mitra kolaborator berdasarkan data bahwa organisasi yang satu ini memiliki jejaring ribuan Taman Bacaan Masyarakat sebagai inisiatif kolektif.

BACA JUGA: Selamat, Forum TBM Raih Anugerah Revolusi Mental 2022

Selain melakukan gerakan literasi baca tulis juga memiliki program literasi berbasis media dolanan tradisional, dongeng, dan pustaka serta seni budaya lokal.

Lebih lanjut, dia menuturkan aktivitas literasi yang dijalankan bersama Forum TBM pada Pekan Kebudayaan Nasional, yaitu berupa Residensi Seniman, Kolaborasi Pengembangan Karya Media Literasi, Pendokumentasian Proses, Pameran Proses dan Karya Kolaborasi Media Literasi.

Sementara itu, Ketua Umum Forum TBM Opik menjelaskan ada banyak potensi karya kolaborasi yang bisa digali dari ribuan TBM yang dalam kesehariannya menjalankan gerakan literasi di lapangan, terutama di daerah-daerah.

Dia mengatakan dalam kegiatan PKN tahun ini, baru empat TBM yang bisa dijadikan lokus residensi sekaligus menciptakan karya kolaborasi.

“Saya berharap ke depan Forum TBM memiliki kesempatan untuk memfasilitasi TBM lain dalam menciptakan karya kolaborasi dengan seniman, sastrawan atau para pihak lain yang memiliki kapasitas dalam menguatkan gerakan literasi,” ujar Opik.

Selama pameran, tercatat ratusan orang baik dari dalam maupun luar negeri berkunjung dan menikmati karya pameran di stan Forum TBM.

Sanne dari Denmark menanggapi karya-karya indah hasil kolaborasi Indra Prahyogi x TBM Pustaka Kampung Impian Aceh berupa mainan elektronika berbahan sampah samudra.

Sementara itu, Nils—suaminya—pendidikan semacam ini memberikan kemerdekaan bagi anak-anak dalam mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, dan mengarahkan anak menjadi manusia produktif.

Salah seorang perwakilan seniman, yakni Meita Meilita yang melakukan residensi di Rumah Baca Taman Sekar Bandung menyatakan bahwa program residensi ini memberikan kesempatan baginya, menciptakan hubungan intim antara anak dan orang tua dalam melakukan aktivitas dan menciptakan karya literasi.

“Jika kesadaran akan pentingnya literasi bisa tumbuh dari rumah, dengan cara pelibatan orang tua dengan intens, saya pikir gerakan ini akan segera menemukan jalan akselerasi,” pungkas Meita Meilita.

Adapun Irzan sebagai perwakilan pengelola TBM, yakni Ketua TBM Tatavuri Palu, mengaku bahagia berkesempatan terlibat dalam kegiatan PKN.

Menurut dia, program ini sudah memberi ruang bagi TBM yang ia kelola dengan mengeksplorasi potensi lokal dalam bentuk lahirnya lagu-lagu pengasuhan berbahasa Kaili-Ledo.

“Intinya, saya bahagia bisa terlibat yang lebih menggembirakan, karya yang dihasilkan kini sudah mendapat apresasi dari lingkungan sekitar TBM. Bahkan beberapa sekolah sudah meminta izin untuk menjadikan lagu yang kami ciptakan,” ujar Meita.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler