Gagal di BWF Superseries Finals, PBSI Salahkan Kompetisi

Senin, 22 Desember 2014 – 17:49 WIB
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - PP PBSI angkat suara terkait kegagalan para pebulutangkis Indonesia ketika berlaga di BWF Superseries Finals 2014. Organisasi pimpinan Gita Wirjawan itu menjadikan padatnya kompetisi sebagai kambing hitam.

Sebelum berjibaku dalam turnamen yang dilangsungkan di Dubai itu, para pebulutangkis Indonesia memang berlaga di banyak kejuaraan. Bukan hanya lokal, tetapi juga turnamen internasional.

BACA JUGA: Kontrak Baru Benitez Penuh Teka-Teki

“Kalau saya melihat mereka terlalu padat dalam kompetisi. Mulai dari Axiata Cup dan Kejurnas,” terang Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI di laman resmi organisasi, Senin (22/12).

Gara-gara padatnya kompetisi itu, para pebulutangkis Merah Putih tampil antiklimaks di Dubai. Dua pasangan Indonesia bahkan harus mundur karena mengalami cedera. Mereka ialah ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

BACA JUGA: Alonso Jadi Korban Janji Palsu Manajemen Ferrari

“Selain itu, di turnamen ini juga lawan-lawannya cukup berat karena hanya pemain terpilih yang bisa ikut superseries finals,” tegas juara Olimpiade 1996 itu. (jos/jpnn)

 

BACA JUGA: Kontrak Hampir Habis, Ramos Masih Santai

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ronaldo Resmikan Patung “Ereksi” di Kampung Halaman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler