Gagasan Pak JK Ini Bikin Senang

Sabtu, 02 Juli 2016 – 07:57 WIB
MACET: Memasuki H-5 lebaran, Pintu keluar Tol Palimanan Kabupaten Cirebon mengalami kemacetan, Jumat (1/7). Foto: Ilmi Yanfa Unnas/Radar Cirebon/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya.  Pemicunya libur panjang Lebaran selama sembilan hari. 

Pemudik punya waktu lebih lama menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman masing-masing.

BACA JUGA: Sudah 270 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera

Libur lebaran 1 Syawal 1437 H sebenarnya pada Rabu-Kamis, 6-7 Juli saja. Tapi ada cuti bersama pada Senin dan Selasa serta Jumat. Plus libur tambahan akhir pekan, Sabtu dan Minggu. 

Mulai kemarin (1/7), pemudik sudah terlihat mulai menapaki jalur utama mudik. Mobil mulai mengarah ke luar kota melalui gerbang Tol Cikarang Utama. Pantauan lapangan, meski geliat mudik meningkat namun arus lalu lintas masih lancar. 

BACA JUGA: Mabes TNI Berangkatkan Prajurit TNI dan PNS Mudik Gratis

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan bahwa pemerintah ingin memecahkan persoalan yang selama ini kerap terjadi selama mudik Lebaran. Yakni, kemacetan dan kecelakaan di jalan harus diminimalkan.

Salah satu caranya dengan menambah libur Lebaran. Sehingga, masyarakat punya waktu lebih panjang untuk mudik dan balik dari kampung. 

BACA JUGA: Pemudik Tujuan Dumai Mendominasi

”Sekarang 9 hari karena ada sabtu minggu. Itu kan luar biasa sehingga tidak bertumpuk. Dulu orang bertumpuk,” ujar JK di kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, kemarin (1/7).

Dia menuturkan dari tahun ke tahun persoalan yang muncul selama mudik Lebaran itu berbeda-beda. Dulu, soal transportasi umum seperti kereta api dan bus yang disesaki oleh pemudik. Kini kondisinya memang jauh lebih baik. Naik kereta api hanya mereka yang telah memiliki tiket. 

”Dulu foto (di media massa, red) anak-anak dimasukkan kereta api lewat jendela ataa bus yang menunggu lama dan orang marah-marah,” sambung JK.

Masalah pada 1990an itu kini berangsur tidak ada. Masalah utama kini kemacetan. JK menyebut makin banyak kendaraan yang berada di jalan raya itu bukti kalau ada kemajuan ekonomi. 

Buktinya orang bisa membeli kendaraan pribadi. ”Yang dulu naik kereta api kini naik mobil. Masalahnya kini beralih ke kemacetan,” tutur JK.

Kemacetan parah itu membuat pusing. Bahkan muncul di pemberitaan, pemudik sampai sehari semalam di perjalanan karena macet. Mereka pun tidak bisa berkumpul bersama dengan orang tua pada hari Lebaran. ”Akhirnya lebaran di jalan,” imbuh pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan itu.
Solusi untuk kemacetan di jalan itu dibuatkan jalan tol baru. Tapi, lantas muncul persoalan baru lagi. Kendaraan akan antre lama masuk gerbang tol. Untuk mengambil kartu masuk tol, dibutuhkan waktu setidaknya 30 detik. 

Bayangkan kalau kendaraan yang lewat itu satu juta kendaraan. ”Makanya diubah ke elektronik,” tutur pria yang dua kali jadi Wakil Presiden itu.

Tahun ini, kemacetan itu diharapkan bisa dikurangi. Warga bisa mulai mudik sejak kemarin atau semalam. Ada waktu empat hari sebelum hari H lebaran. ”Jadi ini soal pengaturannya saja. Mudah-mudahan tahun ini lebih aman dan lancar,” terang JK. (jun/mia/wan)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dari Brownies Jeruk, Dani Mendulang Sukses


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler