Galang Koalisi, PKS Bawa 9 Nama Bakal Capres

Sabtu, 17 Februari 2018 – 08:56 WIB
Presiden PKS M Sohibul Iman. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rapat pleno istimewa Fraksi PKS memutuskan untuk membentuk tim komunikasi koalisi khusus untuk menghadapi Pilpres 2019.

Hal tersebut disampaikan Presiden PKS M. Sohibul Iman di Jakarta, Jumat (16/2). Dia menyatakan, keputusan itu diambil dalam rapat pleno istimewa Fraksi PKS yang berlangsung di Jogjakarta hingga Kamis (15/2).

BACA JUGA: PKS Belum Mampu Menandingi Kekuatan Islam Moderat

Tim tersebut dipimpin langsung oleh Mustafa Kamal yang juga menjabat sekretaris jenderal DPP PKS.

Tim komunikasi itu merupakan kelanjutan pengumuman terkait dengan sembilan nama bakal calon presiden yang disampaikan PKS sebelumnya.

BACA JUGA: Fahri Hamzah dan Fadli Zon jadi Capres di 2019? Sepertinya..

’’Sembilan nama bacapres akan kami komunikasikan kepada pihak lain yang punya potensi berkoalisi. Sebab, sesuai aturan, tidak ada satu pun parpol yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendirian,’’ ujar Sohibul.

Dia tidak menampik bahwa PKS memang dekat dengan Partai Gerindra yang mungkin mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai capres.

BACA JUGA: Ingat, Anies Baswedan Justru Dekat dengan Jusuf Kalla

Meski begitu, semua potensi koalisi pilpres akan dikaji tim komunikasi. ’’Komunikasi ini baik dengan partai politik lain maupun tokoh nasional yang memiliki potensi,’’ jelasnya.

Di tempat terpisah, Mustafa Kamal menyatakan, tim komunikasi koalisi akan melakukan komunikasi politik dengan semua pihak. Komunikasi intensif itu mempertimbangkan kecermatan atas potensi koalisi ke depan.

Koalisi yang akan dibangun PKS adalah koalisi berdasar kesamaan platform serta visi-misi. ’’Koalisi yang dibangun adalah koalisi nilai, bukan pragmatis,’’ kata Mustafa.

Menurut dia, platform PKS adalah membangun Indonesia yang madani, adil, sejahtera, dan bermartabat.

Semua itu dibingkai dalam NKRI yang berdaulat di negeri sendiri. Karena itu, mitra koalisi PKS juga harus membangun perencanaan pemerintahan ke depan hingga draf yang paling detail.

’’Perencanaan ini penting agar kerja sama yang dibangun tidak berorientasi jangka pendek kekuasaan semata. Sebab, parpol dibentuk untuk kaderisasi kepemimpinan nasional, bukan kekuasaan semata,’’ tegasnya.

Rapat pleno istimewa Fraksi PKS dihadiri lebih dari 1.200 anggota legislatif PKS se-Indonesia. Rapat pleno itu berlangsung sejak 13 Februari lalu. (bay/c5/oni)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menurut Anda, Adakah Peluang Habib Rizieq Jadi Capres?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler