Gandakan Pelanggan IndiHome, Telkom Manfaatkan Software Location Analytics

Jumat, 07 Oktober 2016 – 20:27 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) telah beralih ke teknologi analisis berbasis lokasi canggih.

Itu merupakan bagian dari usaha perusahaan untuk menggandakan jumlah pelanggan IndiHome-nya. Yakni dari dua juta ke empat juta hingga 2020 mendatang.

BACA JUGA: Asing Marak Aksi Jual, IHSG tak Berdaya

Perangkat analisis berbasis lokasi yang digunakan Telkom adalah teknologi pemetaan level militer yang dikenal sebagai platform ArcGIS.

Teknologi ini mampu mengintegrasikan data dari beragam sistem bisnis, melakukan analisis level tinggi, dan menyuguhkan data siap guna dalam tampilan peta yang dinamis.

BACA JUGA: Drum Bambu Dipesan Presiden

Solusi ini menyuguhkan data dengan visualisasi akurat dan sangat jelas.

Misalnya, data lokasi dan demografi pelanggan, tren pasar, dan lokasi perangkat seperti Optical Distribution Points (ODP).

BACA JUGA: Wisman Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

Dengan demikian, para pengambil keputusan di perusahaan memiliki informasi yang jauh lebih jelas mengenai distribusi pelanggan dan luas cakupan layanan jaringan mereka.

Informasi yang dihasilkan dari teknologi ini membantu perusahaan menentukan lokasi-lokasi strategis untuk menginstal ODP mereka.

Yaitu di wilayah yang memiliki konsentrasi  pelanggan telekomunikasi yang tinggi.

Dengan demikian, di area terkonsentrasi tersebut Telkom dapat memfokuskan layanan kualitas tinggi untuk produk sambungan telepon, komunikasi internet, dan layanan TV berbayar milik mereka.

“Baik untuk merespons pertanyaan dari pelanggan, meningkatkan cakupan layanan data, atau meluncurkan produk dan layanan terbaru, lokasi adalah inti dari rangkaian kegiatan yang dilakukan industri telekomunikasi. Oleh karenanya, informasi yang berkenaan dengan lokasi sangat penting dalam setiap aspek pengambilan keputusan,” ujar CEO Esri Indonesia A. Istamar, Jumat (7/10).

“Saat ini, industri telekomunikasi sedang mengalami lonjakan pertumbuhan data. Berhubung perusahaan menggunakan sejumlah perangkat yang berbeda untuk membantu proses pengambilan keputusan, kebutuhan akan data yang dapat ditampilkan dalam bentuk pemetaan terus tumbuh,” imbuhnya.

“Sayangnya, dari perangkat business intelligence yang tersedia, yang dimanfaatkan untuk memproses dan menganalisis data semacam ini seringkali sulit dioperasikan. Sehingga tidak jarang kita menemukan hasil data yang disuguhkan dalam bentuk peta statis yang tidak dapat digali lebih lanjut oleh pengguna,” jelas Istamar.

“Dengan teknologi analisis berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan telekomunikasi memiliki kemampuan unik untuk menggali keluar hubungan, pola, dan tren yang selama ini terkubur oleh gempuran umpan (feed) media sosial, selain laporan-laporan dan grafik statis,” ujarnya.

“Dengan teknologi ini, para pengambil keputusan dapat secara akurat menentukan potensi pasar, dan memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai risiko dan peluang yang ada,” tegas Istamar.

Beberapa perusahaan global terkemuka seperti Petronas, Starbucks, Wendy’s, Pertamina EP, dan Bank of America juga menggunakan teknologi ini untuk menumbuhkan basis pelanggan dan meningkatkan profitabilitas usaha mereka.

“Dengan Telkom yang kini juga mendayagunakan teknologi yang terbukti menggerakkan perusahaan-perusahaan terbaik di dunia ini, tim implementasi yakin mereka dapat memaksimalkan teknologi ini dan membawa layanan dan kinerja bisnis Telkom ke level selanjutnya,” ujar Istamar. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Antam Kaji Peluang Melantai di Bursa Saham New York


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler