Gandeng UGM, Kemristek Kembangkan Listrik Hibrid di Bantul

Minggu, 08 April 2012 – 20:02 WIB

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) guna mengembangkan energi hibrid di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Berlimpahnya panas matahari dan kekuatan angin dari pantai selatan Bantul, dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

"Beberapa kawasan di sini merupakan pilot project pengembangan energi baru dan terbarukan," kata Asisten Deputi Iptek Industri Kecil dan Menengah Santosa Yudo Warsono dalam keterangan persnya, Minggu (8/4).

Program kali ini lebih difokuskan pada pengembangan teknik produksi dan peningkatan kapasitas produksi komponen. Selian itu, juga untuk peningkatan kemampuan UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir seperti di Pantai Pandansimo.
"Sebenarnya ini telah memasuki tahun ketiga," tambahnya.

Untuk sementara, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga hibrid memang masih terbatas. Misalnya, hanya untuk penerangan kawasan wisata pantai, workshop pengembangan energi terbarukan, serta model implementasi sistem inovasi daerah.

"Meski masih dalam tahap pengembangan, hibrid telah dimanfaatkan untuk pertanian di lahan pasir yang membutuhkan air sangat tinggi," lanjutnya.

Saat ini sudah terpasang 35 turbin angin dengan ketinggian rata-rata 18 meter untuk pembangkit listrik energi hibrid. Pembangkit itu terdiri dari 26 turbin angin berkapasitas 1 kW, 6 turbin angin 2,5 kW, 2 turbin angin 10 kW, dan satu turbin angin 50 kW. Ditambah juga 175 unit sel surya dengan kapasitas 17,5 kWp. (Esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bisa Ubah Sagu Jadi Beras, Dapat Hadiah Avanza


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler